NEWS
Trending

Dirut Pertamina: Pertamini Itu Ilegal

Dirut Pertamina: Pertamini Itu Ilegal
Listrik Indonesia | Menjamurnya kios-kios bensin, yang lazim disebut Pertamini, di berbagai pelosok Tanah Air bukanlah produk PT Pertamina, melainkan pihak swasta. Kualitasnya produknya pun tidak ada standardisasinya. Justru yang sedang dibangun Pertamina, adalah Pertamina Shops, atau disingkat Pertashop.

"Saya tegaskan, Pertamini itu ilegal. Itu bukan produk Pertamina," kata Dirut PT Pertamina, Nicke Widyawati di sela-sela pertemuan dengan para pemimpin redaksi di Jakarta, Kamis (21/2).

Menurut Nicke, BBM yang dijual di Pertamini tidak memenuhi standar. Beberapa jenis BBM dicampur, sehingga merugikan konsumen. Tingkat harga jual pun di atas harga jual Pertamina.

Saat ini, Pertamina tengah membangun Pertashop di berbagai pusat keramaian. Kehadiran Pertashop dimaksudkan untuk memudahkan konsumen mendapatkan BBM. Selain BBM, Pertashop juga menjual elpiji dan pelumas Pertamina seperti Fastron, Mesran, Prima XP, Enduro, dan lain-lain.

"Saat ini baru 25 Pertashop. Nanti, Juni tahun ini, akan ada 5.000 Pertashop," kata Mas'ud Khamid, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina.

Ada tiga kategori Pertashop. Pertama, Silver, yakni Pertashop berukuran 1 kilo liter (kl) yang akan dibangun di desa bekerjasama dengan badan usaha milik desa (Bumdes). Kedua, kategori Gold, yakni Petrashop berukuran 5 kl yang akan dibangun di kampus-kampus. Sedang yang ketiga adalah jelas Platinum, yakni Pertashop berukuran 10 kl yang dibangun di bandara, pelabuhan, dan terminal.

"Siapa pun bisa membangun Pertashop bekerjasama dengan Pertamina," kata Mas'ud. Biaya Pertashop berkisar Rp 100 juta hingga Rp 500 juta. Manfaat kehadiran Petrashop adalah mengurangi konsentrasi Kendaraan di titik tertentu, karena SPBU itu butuh lahan yang besar, sedangkan aktivitas masyarakat tersebar di berbagai tempat. (DH)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button