Renewable Energy ENERGY PRIMER Power Plant MEGA PROJECT NEWS
Trending

Dirut Pertamina Usul 'Cost Recovery' Pembangkit Geotermal

Dirut Pertamina Usul 'Cost Recovery' Pembangkit Geotermal
Pemanfaatan potensi panas bumi untuk pembangkit listrik - Foto: ipsgroupbv.com - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengemukakan industri hulu migas mengenal skema pengembalian biaya produksi (cost recovery) oleh pemerintah. 

Skema semacam cost recovery bisa diterapkan pada pengembangan panas bumi untuk pembangkit listrik. Tentu tidak sama persis.

"Ini perlu terobosan seperti itu. Pemerintah ada government drilling, sehingga potensi geothermal bisa dioptimalkan," ujar Nicke pada acara konferensi bertema Membedah Urgensi RUU Energi Baru dan Terbarukan di Jakarta, awal pekan ini.

Dia mengungkapkan hal itu sehubungan pertanyaan, mengapa pemanfaatan panas bumi untuk pembangkit listrik (PLTP) belum menggembirakan. Masalah utamanya adalah tarif listrik panas bumi belum menarik bagi investor.

BACA JUGA: 10 PLTP Terbesar di Dunia, Dua di Indonesia

Dirinci, tarif dimaksud belum mencapai keekonomian proyek. Bila tarif berbasis energi baru terbarukan (EBT) ini dikaitkan dengan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik per wilayah, menyulitkan bagi pengembang untuk menyesuaikan dengan BPP tersebut.

Sama halnya dengan sektor migas, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) juga memerlukan kegiatan pengeboran di awal pengembangannya, sehingga membutuhkan investasi yang besar.

"Perlu ada regulasi agar geotermal masuk keekonomiannya dulu," ujar Nicke lagi.

Padahal, PLTP bisa diposisikan untuk menopang beban dasar (base load), seperti halnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Ke depannya, saat pemerintah mengurangi PLTU maka PLTP cocok menggantikannya.

BACA JUGA: Nilai Investasi Untuk PLTP Diperkirakan Capai Rp367 Triliun

Potensi raksasa energi Indonesia bernama "panas bumi" alias geotermal. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sumber daya panas bumi Indonesia terbesar kedua di dunia, yakni mencapai 23.965,5 MW. Amerika Serikat (AS) nomor satu, dengan sumber daya sebesar 30.000 MW.

Tidak menggembirakan sebab pemanfaatan kekayaan energi itu masih minim, baru 2.130,7 MW atau 8,9 persen total sumber daya yang ada.

Pertamina sendiri kini mengoperasikan 672 MW PLTP dan joint operation contract (JOC) PLTP 1.205 MW, dan dalam eksplorasi dan pengembangan sebesar 495 MW. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button