CORPORATION Business
Trending

Dongkrak Kinerja 2021, Spindo Siapkan Strategi

Dongkrak Kinerja 2021, Spindo Siapkan Strategi

Listrik Indonesia | Untuk mendongkrak kinerja pada 2021, Produsen pipa baja PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (Spindo) tengah menyiapkan strategi penjualan tahun ini yang dipatok tumbuh 25%.

Chief Strategy & Business Development Officer and Corporate Secretary & Investor Relation Spindo, Johanes W Edward mengatakan, Spindo mencatatkan kenaikan order ekspor produk baja hampir 30% pada kuartal I-2021. Bahakan, katanya, prospek ekspor di tahun ini pun cukup positif.

“Kami menargetkan kontribusi ekspor menjadi 10% dari total penjualan perusahaan di tahun 2021,” ujarnya dalam webinar perusahaan. Jumat, (21/5).

Guna meningkatkan daya saing di pasar ekspor, ISSP terus mengembangkan kualitas produk agar sesuai dengan standar internasional. Produk pipa ISSP telah mendapat sertifikat dari Underwriters Laboratory (UL) yang lazim digunakan di Amerika dan Kanada, sehingga perusahaan dapat mengekspor produknya ke negara tersebut.

Lebih lanjut, Johanes berujar, sejumlah upaya yang terus dilakukan perseroan di antaranya adalah penataan modal kerja terutama inventory manajemen dan efisiensi operasional termasuk penggantian mesin untuk memperpendek proses kerja dan meningkatkan efisiensi pemakaian bahan baku serta bahan penunjang.

“Selain itu, kami juga melakukan ekspansi penjualan dengan membuka depo dan kantor perwakilan untuk mendekatkan Spindo dengan end user,” katanya.

Corporate Secretary & Investor Relation Spindo, Johanes W Edward

Dia mengungkapkan kinerja penjualan Spindo pada kuartal I/2021 ini pun sudah mencapai Rp1,067 triliun atau naik 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan laba bersih pada kuartal I/2021 mampu mencapai Rp109 miliar atau mencapai 62 persen dari kondisi laba bersih sepanjang 2020 yang mencapai Rp176 miliar. Bahkan jika melihat kuartal I/2020, perseroan mengalami kerugian Rp75 miliar.

“Spindo merasakan pemulihan permintaan, terutama permintaan dari sektor otomotif,” terangnya.

Menurutnya, penyerapan produk baja dalam negeri saat ini terutama oleh pemerintah cukup konsisten sehingga kondisi ini menguntungkan bagi Spindo. Untuk itu, Spindo meyakini tahun ini kinerja akan menjadi lebih baik dari sebelumnya sejalan dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah terutama dalam mengendalikan Covid-19.

Spindo sendiri saat ini memiliki kapasitas produksi sebesar 600.000 ton per tahun. Produsen pipa baja berkode saham ISSP itu pun memiliki 6 unit produksi yang tersebar di Jatim dan Jabar. Sekitar 64 persen hasil produksinya telah banyak digunakan untuk sektor infrastruktur, konstruksi, dan utilitas, sedangkan sisanya untuk sektor minyak dan gas serta otomotif hingga furnitur.

 

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button