Trending

Dorong Industri PLTS Nasional, Watala Gandeng ISGEN Panel Tandatangani Kontak Bangun PLTS 5 MW  dengan Karyadeka

Dorong Industri PLTS Nasional, Watala Gandeng ISGEN Panel Tandatangani Kontak Bangun PLTS 5 MW  dengan Karyadeka
Dok. PT Arya Watala Capital

Litrik Indonesia | Indonesia memiliki cadangan energi terbarukan yang hingga saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki iklim investasi energi terbarukan, termasuk diantaranya adalah dukungan terhadap Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) yang dideklarasikan sejak 2017.

Meskipun, pemasangan PLTS Atap menunjukan geliat perkembangannya, tetapi masih jauh dari target GNSSA. Guna mengakselerasi penggunaan PLTS Atap, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) bersama Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) , yang didukung Perkumpulan Pengguna Listrik Surya Atap (PPLSA), Asosiasi-asosiasi Energi Terbarukan, dan pemangku kepentingan untuk PLTS Atap menggelar webinar Bincang-Bincang dengan METI bertajuk  “Pengembangan Industri Energi Surya sebagai bagian dari Transisi Energi Menuju Energi Berkelanjutan” dengan tujuan mendorong pemanfaatan energi terbarukan secara lebih luas dan menguatkan Kembali komitmen pemangku kepentingan untuk mendukung GNSSA, Jumat (24/9/2021).

Di sisi lain, GNSSA memiliki tujuan untuk mempromosikan pemanfaatan PLTS Atap sebagai bagian dari kontribusi masyarakat untuk mencapai target energi terbarukan dalam bauran energi dan penurunan emisi GRK. Oleh sebab itu, GNSSA diharapkan mampu mendorong pemasangan PLTS Atap di sektor perumahan, bangunan milik pemerintah, dan pelaku usaha.

Mada Ayu Habsari selaku Managing Director PT Arya Watala Capital, mengatakan berbarengan dengan acara tersebut, telah di lakukan penandatanganan perjanjian kerjasama 4 Pihak, yaitu antara Karyadeka Group dan PT Indonesia Solar Global dengan PT Arya Watala Capital dan PT Solardex Energy Indonesia. “Penandatangan perjanjian kerjasama ini untuk menandai kesepakatan dalam kerjasama pemasangan PLTS Atap hingga 5 MW,” kata Mada, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (24/5/2021).

Mada menambahkan, Karyadeka Group merupakan perusahaan pengembang property dan real estate, memiliki sejumlah gedung perkantoran dan fasilitas pabrik sedang melakukan Green Development di berbagai fasilitas yang dikelolanya. “PT Indonesia Solar Global (ISG), selaku pabrikan lokal baru di Indonesia yang siap ikut berperan aktif dalam program transisi energi Indonesia dimana dalam kesempatan ini bekerjasama dengan PT Arya Watala Capital selaku pengembang PLTS Atap di Indonesia yang relative agresif semenjak 2019 perusahaan ini mulai mengembangkan bisnis ke pelanggan komersial dan industri,” jelas dia.

Dalam kesempatan ini, Ia menambahkan, kami menggandeng PT Solardex Energy Indonesia, yang merupakan perusahaan yang telah menyuplai lebih dari 2 GW panel surya fotovoltaik; 10 juta unit baterai; charge controller; dan inverter PLTS. “Dengan fokus pada pengembangan produk, produksi, integrasi sistem, penjualan, dan jasa yang berhubungan dengan pembangkit listrik tenaga surya,” ujar mada.

Mada menyatakan, dengan ditandanganinya perjanjian kerjasama ini menunjukan bahwa Panel Surya dengan local content sudah diminati oleh investor asing. “PT Watala sebagai perusahaan developer PLTS ingin ikut mendorong pertumbuhan industri dalam negeri dalam hal ini panel surya, dan diharapkan jika demand mulai tumbuh, panel surya dalam negeri bisa meningkatkan performa dari kualitas produk agar bisa menuju kualitas Panel Tier 1,” ucap dia.

Di sisi lain, menurut dia, hal ini juga untuk menarik investor asing, termasuk sisi pabrikan pendukung lainnya, agar ekosistem PLTS di Indonesia tumbuh. “Penandatangan perjanjian kerjasama untuk 5 MW PLTS Atap dalam acara ini ditujukan untuk 3 lokasi yang dimiliki oleh Karyadeka Group yang  berbentuk gedung perkantoran dan Pabrik yang berada di Jakarta, Cilegon, dan Demak. Teknologi dari project ini akan menggunakan panel dalam negeri dari ISGEN yang mencapai 40% dalam TKDN dan project ini di targetkan selesai pada kuartal 2 tahun 2022 nanti,” pungkas Mada. (TS)

 

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button