NEWS
Trending

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, APBI: Dukung Sumber Daya Energi Murah

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, APBI: Dukung Sumber Daya Energi Murah
Listrik Indonesia | Pertumbuhan penduduk Indonesia mencapai 255 juta jiwa per tahun atau sekitar 1,66%. Dengan jumlah tersebut pastinya membutuhkan infrastruktur yang besar khususnya di sektor energi. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai satu negara yang memiliki penduduk terbanyak di dunia.
 
Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI – ICMA), Pandu Sjahrir mengungkapkan, pertumbuhan infrastruktur energi yang cepat sangat dibutuhkan untuk menunjang kelancaran pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat.
 
Dalam menyambut hari listrik nasional yang ke-71, lanjut Pandu, energi batubara menjadi pendorong pembangunan Indonesia, dan memberikan manfaat yang terjangkau, efisien serta ramah lingkungan.
 
APBI – ICMA, berkontribusi sekitar 80% dari total produksi batubara nasional, dan mendukung penuh optimalisasi pemanfaatan batubara sebagai sumber energi primer dalam proyek 35.000 mega Watt (MW).
 
“Potensi energi yang besar dan terjangkau saat ini masih di dominasi oleh energi batubara. Di dukung dengan penggunaan teknologi pembangkit listrik tenaga uap baru yang efisien dan ramah lingkungan,” ujar Pandu dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu di Jakarta.
 
Ia menambahkan, ini akan membantu penghematan biaya penggunaan energi listrik bagi masyarakat dan industri, sehingga dapat mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
 
Saat ini, batubara memegang peran penting dalam mensukseskan program kelistrikan nasional. “Batubara merupakan sumber energi primer yang paling terjangkau (affordable), dapat diandalkan (reliable) dibandingkan komoditas lain, baik dari sumber daya tak terbarukan (non-renewable) maupun yang terbarukan (renewable),” paparnya.
 
Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016 – 2025, pembangkit listrik energi batu bara masih menjadi kontributor terbesar dalam bauran energi sampai dengan 2025, sebesar 50%.
 
“Rasio elektrifikasi Indonesia pada 2015, telah mencapai 88,5% dan target elektrifikasi 2016 sebesar 90%. Pemerintah melalui program 35.000 MW menargetkan rasio elektrifikasi Indonesia sampai dengan 2024 sebesar 99,4%,” imbuhnya.
 
Sedangkan, dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) 2015 – 2050, disebutkan bahwa ketahanan energi merupakan kondisi terjaminnya ketersediaan, akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan.
 
“Ini menjadi tantangan bagi para pengusaha batubara dalam memenuhi kebutuhan. Mengingat 2012 lalu, harga batubara mengalami penurunan yang signifikan, sedangkan biaya operasional tetap tinggi,” terang Pandu.
 
Meski begitu, Pandu optimis, kondisi pasar batubara akan membaik, seiring dengan kebutuhan energi dari batubara yang masih cukup tinggi sampai 2040.
 
Sekadar informasi, APBI – ICMA menaungi para pengusaha batubara akan mendukung Pemerintah untuk pemanfaatan komoditas batubara guna memenuhi kebutuhan energi nasional, sehingga sumber daya yang ada akan memberikan kontribusi yang optimal bagi pembangunan Indonesia.
 
Pihaknya mengharapkan adanya kebijakan pemerintah yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan cadangan batubara nasional untuk mendukung pembangunan ekonomi regional dan nasional. (GF)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button