NEWS
Trending

DPR: PLTGU Jawa-1 Merupakan Program Penghematan PLN Untuk Negara

DPR: PLTGU Jawa-1 Merupakan Program Penghematan PLN Untuk Negara
Listrik Indonesia | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memberikan apresiasi kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terkait evaluasi tender Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa-1 yang sudah berjalan dengan baik. Pasalnya, PLN telah merampungkan soal harga yang ditawarkan berdasarkan hasil evaluasi dari segi aspek administrasi dan teknis.

Menurut Anggota Komisi VII DPR RI, Hari Purnomo, ini merupakan penghematan keuangan negara yang dilakukan oleh PLN terkait harga evaluasi pembangkit gas dan uap Jawa-1.

"Karena ini jelas merupakan penghematan keuangan negara yang luar biasa, sepanjang spesifikasi teknisnya sesuai dengan persyaratan yang diminta. Jadi, PLN harus diberi apresiasi," kata Hari di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, konsorsium Pertamina memberikan penawaran terbaik mencapai US$ 2,3-2,4 miliar atau sekitar Rp 30 triliun, sepanjang masa kontrak dengan selisih signifikan dari peserta lain.

Pertamina, lanjutnya, sudah memperhitungkan secara matang dan detail penawaran tersebut. "Untuk itu, Pertamina akan bisa menyelesaikan pekerjaan itu dengan baik," imbuhnya.

"Jika nanti PLN memilih konsorsium Pertamina sebagai pemenang dengan penawaran harga terbaik dan spesifikasi memenuhi persyaratan yang diminta. Ini bisa menjadi benchmark bagi proyek-proyek PLN selanjutnya," terangnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan menilai, ini tentunya akan menjadi penghematan yang luar biasa bagi PLN dan negara. Bila PLN memilih konsorsium yang memberikan penawaran terbaik.

"Kalau bisa dengan investasi yang lebih rendah tentu lebih bagus. Tentu saja dengan kualitas yang tetap terjaga," ujar Gus Irawan.

Ia juga sependapat bahwa harga yang ditawarkan Pertamina bisa menjadi acuan PLN terkait proyek-proyek berikutnya.

Sebelumnya, Konsorsium Pertamina dikabarkan berhasil memberikan harga termurah pada tender pembangkit listrik PLTGU Jawa 1. Hal ini merupakan kesimpulan yang didapatkan, setelah PLN melakukan evaluasi harga di akhir September.

Perjalanan tender pembangkit berkapasitas 1.600 MW ini selalu menjadi perbincangan publik. Sebab, ini merupakan salah satu pembangkit yang berbahan bakar gas terbesar dalam proyek kelistrikan program Presiden Jokowi, yakni proyek 35.000 MW. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button