NEWS
Trending

Drone Bantu Pemasangan Kabel Jaringan Transmisi di Lokasi Ekstrem

Drone Bantu Pemasangan Kabel Jaringan Transmisi di Lokasi Ekstrem
Listrik Indonesia | Perkembangan teknologi di dunia seperti di zaman sekarang ini dapat meringankan pekerjaan manusia. Contohnya seperti perkembangan pada Pesawat tanpa awak (Drone), yang saat ini digunakan untuk membantu pengerjaan pemasangan kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) milik PT PLN (Persero), dengan kekuatan 500 kV atau lebih yang ditujukan untuk menyalurkan energi listrik dari pusat-pusat pembangkit yang jaraknya jauh menuju pusat-pusat beban sehingga energi listrik bisa disalurkan dengan efisien.

Drone umumnya digunakan untuk kepentingan pengambilan gambar atau video pada industri perfilman melalui ketinggian. Tak hanya itu drone juga dapat membantu team search and resque (SAR) Basarnas, TNI, dan lainnya dalam membantu pencarian korban yang lokasinya tidak mudah dijangkau manusia. Drone juga bisa menemukan titik lokasi kebakaran hutan.

Untuk itu, Marketing Manager Micro Multi Copter (MMC) Co Ltd, Budhi Wicaksono, memanfaatkan drone sebagai alat membantu pada pemasangan kabel transmisi listrik milik PLN. Hal ini memudahkan pekerjaan dalam menjalankan pekerjaan yang berisiko tinggi.

"Drone membantu pada pemasangan kabel jaringan transmisi milik PLN. Upaya ini dilakukan guna meminimalisasikan tingkat kecelakaan saat berada di ketinggian," kata Budhi saat berbincang kepada listrikIndonesia.com  pada Munas Himpunan Kontraktor Ketenagalistrikan dan Mekanikal Indonesia (HKKMI) di Kantor Diklat PLN Ragunan Jakarta, Jumat (18/11).

Ia menambahkan, MMC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang high technology multi rotor, lebih spesialnya tentang drone dan memang dibuat langsung dari pabriknya. "Mulai dari rotornya, operation and maintence (O&M) dan bahan-bahan pembuatannya menggunakan desain sendiri," terang Budhi.

Untuk materi pembuatan drone, MMC menggunakan bahan fiber carbon. "Untuk rotor dan dinamonya kami desain sendiri, jadi pure produk sendiri, tidak bekerjasama dengan pihak lain," paparnya.

MMC memiliki beberapa office untuk mempermudah pengerjaan, meski kantor pusat di China, namun ada juga di Amerika Serikat (AS). Untuk resources and development di Harbin University Rusia, yang memang dikhususkan untuk perkembangan segala jenis drone. Pihaknya selama ini berhasil mengembangkan teknologi drone di India, AS, dan Indonesia.

"Di Indonesia kami (MMC) berdiri sejak 2015 lalu, dan telah menyelesaikan sebanyak lima proyek jaringan transmisi yang tersebar di seluruh wilayah, seperti, Jatinangor (Bandung), Suralaya (Banten), Lahat (Sumatera), Pasir Putih (Pekan Baru, Riau), Jombang (Jawa Timur)," tambahnya.

Hal ini tentunya sudah terbukti, pasalnya, MMC sudah dapat membantu beberapa project yang ekstrem seperti crossing 150 Kilo Volt (KV) line aktif yang tidak boleh padam. "Pemasangan yang berada di area tebing tinggi dan jurang yang benar-benar ekstrem. Kondisi tersebut, apabila dikerjakan secara manual menghadapi risiko yang tinggi terhadap keselamatan pekerja dan membutuhkan waktu yang cukup lama  pengerjaannya," paparnya.

Seperti diketahui, penggunaan Drone di dunia untuk membantu pemasangan kabel transmisi sudah mencapai 500 ribu kilometer lebih. Di negara seperti Jerman, Cina, dan AS, telah menetapkan standard equipment untuk menggunakan drone sebagai pembantu pemasangan kabel transmisi listrik. (GF/f)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button