NEWS
Trending

Dukungan Pengusaha Untuk Gerakan Sejuta Surya Atap

Dukungan Pengusaha Untuk Gerakan Sejuta Surya Atap
Listrik Indonesia | Dimotori oleh Xurya startup lokal penyedia jasa PLTS atap, sejumlah perusahaan ikut mendukung Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) dengan memasang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap. Bertempat di Gedung Tokopedia, sejumlah perusahaan yakni Bika Living, PT Bukit .laya Semesta, Ciputra World 2 Jakarta, Dermaster, Grand Hyatt, PT Himawan Putra, Indonesia Utama Mineral, PT Mandala Multinvest Capital, PT Mega Manunggal Property Tbk, PT Monde Mahkota Biskuit, PT Mulia Bosco Sejahtera, Plaza Indonesia Realty Tbk, Tokopedia dan Wisma 77, menandatangani dukungan terhadap GNSSA tersebut.

Pada kesempatan tersebut, para pelaku sektor komersial dan industri ini mengajak insan dunia usaha lainnya untuk turut menggunakan PLTS atap. ”Indonesia dikhawatirkan mengalami krisis energi dalam 30 tahun ke depan. Energi Outlook Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi1 menunjukkan bahwa Indonesia telah menjadi net importir minyak bumi sejak tahun 2004, terancam menjadi net importir gas bumi di 2028, net importir energi di 2032 dan net importir batu bara di 2038. Ancaman ini dapat menjadi kenyataan apabila cadangan energi fosil terus dieksploitasi dan tidak ada eksplorasi energi alternatif yang dikembangkan sebagai penggantinya,” ungkap Andhika Prastawa, Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) & Deklarator GNSSA.

Penggunaan sistem PLTS atap di kalangan dunia usaha berpotensi untuk menurunkan emisi gas buang C02. Menurut Data Inventory Emisi GRK Sektor Energi yang dirilis oleh Kementerian ESDM pada tahun 2016, emisi C02 yang dihasilkan oleh sektor industri dan komersial adalah 36%2.

Salah satu bentuk eksplorasi energi alternatif guna menghindari krisis energi dan mengurangi emisi C02 adalah dengan mendorong dan mempercepat pembangunan PLTS atap di perumahan, fasilitas umum, gedung perkantoran dan pemerintahan, bangunan komersial dan kompleks industri. MlT Technology Review3 menyatakan bahwa energi yang dipancarkan matahari dalam satu jam itu tebih besar dari yang dibutuhkan bumi dalam setahun. Hal ini sangat menguntungkan bagi negara yang terletak di garis khatulistiwa, seperti Indonesia.

”Energi surya memiliki potensi paling besar dibandingkan Energi Baru dan Terbarukan lainnya. Tepatnya, lebih dari 200.000 MW dan kapasitas terpasang per tahun 2018 masih 90 MWpS. Akan menjadi mubazir jika kita tidak secara maksimal memanfaatkan energi yang berpotensi ini. Agar energi surya dapat dimanfaatkan dengan maksimal, kami memperkenalkan Xurya Lease sebuah skema di mana calon pengguna sistem PLTS atap mendapatkan opsi untuk dibebaskan dari kewajiban pembayaran upfront cost yang biasanya menjadi momok,” jelas Eka Himawan, Founder Xurya. (DA)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button