Trending

EBT Jadi Fokus Utama, Dari Transformasi PLN Hingga RUU

EBT Jadi Fokus Utama, Dari Transformasi PLN Hingga RUU
Listrik Indonesia | Masyarakat Energi Baru Terbarukan Indonesia (METI) mendesak Pemerintah agar segera membahas Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (RUU EBT) untuk mendukung pengembangan energi terbarukan pada masa yang akan datang.

Ketua METI Surya Darma menyampaikan, bahwa METI telah mengusulkan agar pemerintah merevisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Tebarukan untuk Tenaga Listrik karena tidak sejalan dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN).

Menurutnya, ada beberapa aspek yang dianggap tidak sesuai dan tidak menarik investasi energi terbarukan seperti soal harga energi terbarukan, bankability Power Purchase Agreement (PPA), skema bisnis dari Build, Own, Operate, and Transfer (BOOT), dan lainnya yangperlu kaji ulang.

“Sebelum adanya Covid-19 Roadmap sudah dibentuk, tentu tinggal bagaimana dilaksanakan. Saat ini kita sedang transisi energi menuju ke energi bersih yang ditargetkan pada tahun 2050 dengan target 31 persen,” ujar Surya Darma dalam dalam forum diskusi Transisi Energi Menuju Energi Bersih Via Zoom.

Surya juga mengatakan, untuk mencapai target yang lebih dekat pada 2025 sebesar 23 persen, memang cukup berat. Namun, METI tetap bekerja secara maksimal mendorong  pencapaian dan METI sudah membuat kajian yang nantinya akan disampaikan ke Pemerintah dan PT PLN (Persero).

Menanggapi hal itu, Direktur Mega Proyek PLN Ikhsah Asaad memaparkan, saat ini PLN juga sedang membahas perencanaan pencapaian target EBT tersebut. EBT merupakan program Transformasi PLN. Ada tiga strategi untuk bisa mencapai target.

Pertama, pemenuhan rencana pembangunan jangka menengah (RPJMN)dengan total pembangkit 5 GW. Kemudian, menjalankan program Green Booster yakni sebesar 3,5 GW dan Scal Renewable Energy.
“Jadi kita harapkan pada 2025 bisa terpasang 19,9 GW. Tentu ini target yang menantang perlu kerja sama yang baik dari setiap pihak,” ucap Ikhsan.

Secara terpisah, Ketua Komisi VII DPR-RI Sugeng Suparwoto menyampaikan, bahwa pembahasan RUU EBT akan segera dibahas usai RUU Minerba mencapai tahap final.
“Kita tahu keberadaan EBT akan sangat dibutuhkan untuk masa depan. Panja sudah dibentuk dan nanti RUU-nya akan kita segera bahas agar iklim investasi sektor EBT menjadi lebih baik,” ungkap Sugeng kepada Listrik Indonesia. (CR)

 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button