Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

EBT Kuasai 70 Persen Pasar Energi Global pada 2050

EBT Kuasai 70 Persen Pasar Energi Global pada 2050
Pemanfaatan sumber energi matahari dan bayu [Foto: azocleantech.com - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Pasar energi global pada 2035 diprediksi meningkat pesat hingga mencapai 50 persen. Diperkirakan pada 2050 mencapai 75 persen.

Laporan Global Energy Perspective dari McKinsey (2019), kutip Bisnis.com, memprediksi pembangkit listrik tenaga batu bara dan minyak bumi bakal turun drastis. Penggantinya tiada lain pembangkit listrik tenaga energi baru terbarukan (EBT), yang biayanya lebih relatif rendah --selain ramah linglkungan. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) Dadan Kusdiana menegaskan Indonesia telah menyusun langkah strategis untuk mencapai target bauran EBT.

Langkah dimaksud berupa subtitusi energi primer, konversi energi primer, penambahan kapasitas EBT, dan pemanfaatan EBT nonlistrik.

BACA JUGA: Ekspansi EBT Sangat Masif, Boomerang Buat PLN?

Indonesia ke depan semakin memantapkan pemanfaatan pembangkit tenaga surya dalam rangka menunjang kenaikan angka pemanfaatan EBT. Langkah ini seiring harga EBT yang semakin bersaing dengan energi fosil tahun demi tahun. 

Pemerintah pun berencana menambah kapasitas pembangkit EBT sebesar 38.000 megawatt sampai 2035. 

The International Renewable Energy Agency (Irena), dikutip Bisnis.com lagi, juga memproyeksikan pangsa energi global melalui Transforming Energy Scenario (TES). 

Pada 2030, konsumsi batu bara diprediksi turun hingga 41 persen dan berlanjut hingga 2050 berkurang sampai 87 persen. 

Sedangkan Konsumsi minyak bumi akan turun hingga 31 persen pada 2030 dan akan terus turun hingga 70 persen pada 2050. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button