Trending

Ekspor Perdana Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ke Filipina

Ekspor Perdana Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ke Filipina
Listrik Indonesia | PT Indopower International (IPI) melakukan ekspor perdana salah satu produk andalannya, yakni Non Incenatore Advance Waste Conversion System (AWS) 50. Produk ini akan langsung dikirimkan ke Cebu, Filipina, dari workshop-nya di Joglo, Jakarta Barat, Jumat (12/07). 

Chief Executive Officer (CEO) PT Indopower International (IPI), Harun Al Rosyid mengungkapkan, "Ekspor perdana mesin AWS ini diharapkan bisa menjadi permulaan yang baik bagi produk teknologi merah putih untuk dapat berkompetisi di kancah internasional," ujarnya di acara pelepasan Ekspor Perdana AWS 50, di Joglo, Jakarta Barat (12/07).

Sementara itu, Prof. Tresna Priyana Soemardi, Rektor Universitas Tunas Pembangunan Surakarta, mengatakan momen bersejarah ini bisa membawa IPI sebagai leading company ke depannya. "Ini merupakan momen yang bersejarah. Teknologi Merah Putih akan bersaing di mancanegara. Produk yang sangt berkualitas dan harus didukung bersama-sama," ujar Prof. Tresna, pakar yang sekaligus Guru Besar UI tersebut. 

Mesin Advance Waste Conversion System (AWS) 50 buatan IPI merupakan satu teknologi yang khusus menjadikan sampah sebagai bahan baku energi pembangkitan listrik. Tidak hanya listrik, hasil pembakarannya juga dapat menghasilkan air panas, gas panas, dan pupuk.

Sementara, untuk kapasitas AWS 50 ini membutuhkan sampah satu kubik per jam. Dalam sehari, jika ditotal dan full sekitar 24 kubik. Jika empat kubik perjam, kira-kira menghasilkan listrik sebesar 350 kilo watt hours. Selain mesin AWS 50, IPI juga memiliki beberapa tipe lainnya yakni IPI AWS 100 dan IPI AWS 200.

Perlu diketahui, mesin AWS tipe 50 ini memiliki angka investasi yang tidak besar, lantaran tidak sampai Rp 500 juta. Mesin ini cocok untuk diinstal di daerah-daerah terpencil yang kekurangan pasokan listrik.

Harun mengatakan, mesin tersebut selain dapat menghasilkan listrik, abu dari sisa pembakarannya juga dapat digunakan sebagai pupuk dan sementara air panas yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan hotel maupun rumah sakit.

Dalam acara tersebut, selain pengamat energi dalam negeri, beberapa investor dan partner dari berbagai negara turut hadir guna menyaksikan pelepasan ekspor perdana ini. 

"Kita kedatangan investor dari berbagai negara, ada partner kita dari Jepang, Singapura, dan Kamboja,"  jelasnya kepada listrikindonesia.com di acara tersebut. (MH)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button