NEWS
Trending

Electricity Lifestyle, Dari Coffe Shop Hingga Daya Listrik

Electricity Lifestyle, Dari Coffe Shop Hingga Daya Listrik
Listrik Indonesia | Semakin tinggi tingkat sosial kehidupan masyarakat, mendorong bertambah konsumtifnya masyarakat. Salah satunya, terlihat dari konsumsi kopi, yang kini menjadi bagian dari lifestyle. Beberapa dekade yang lalu, pergi ke coffee shop masih menjadi “barang mewah”.

Sejalan berkembangnya zaman, pertumbuhan coffee shop kini menjamur, dari yang kelas lokal hingga intenasional.

Listrik dan Industri Kafe
Sejalan dengan tema Electricity Lifestyle, yang mengemuka dalam penyelenggaraan Bali Collection Festival 2019 (BCF 2019), 16-18 Agustus di Nusa Dua, Bali, seperti dikemukakan oleh Pambudi Prasetyo, Ketua Penyelenggara Festival Kopi, bertujuan memperkenalkan dan menggabungkan antara kemampuan seniman lokal dengan keindahan Bali beserta kulinernya, dan tampilan produk kerajinan lokal kepada para wisatawan.

Acara yang diikuti 48 booth ini, menampilkan wakil dari pemerintahan, market place, lembaga pembiayaan dan perbankan, serta para pelaku bisnis industri perkopian.

PT PLN (Persero) sebagai salah  satu pengisi stand, juga mendukung bertumbuhnya industri kopi di Indonesia, melalui pemberian pelatihan dan penanaman kopi lewat anak perusahaannya Unit Pembangkit Mrica PT Indonesia Power, di Desa Pengundungan dan Desa Krinjing, Jawa Tengah.
 
Melalui program CSR-nya, PLN membawa petani Kopi Senggani dari Kelompok Tani Rising, dan Kopi Krinjing dari Poktan Bumi Asih, yang memberi nilai tambah bagi anggota dan juga industri terkaitnya.        

Menurut Pambudi, luasnya penggunaan listrik dimulai sejak dari kopi tersebut ditanam sampai siap diminum.

“Investasi terbesar adalah pada harga mesin-mesin seperti coffee grinder (mesin giling kopi), mesin espresso, french press (alat penghilang ampas kopi), milk steamer, dan kulkas untuk menyimpan susu dan campuran bahan kopi lainnya (chest freezer),” papar Nyoman Suweca, Ketua Indonesian Barista Association (IBA) Bali.

Di bidang usaha coffee shop, daya listrik bervariasi antara 1.200 watt - 1.300 watt, di luar daya boiler. Biasanya, setiap venue memiliki minimal 4 jenis mesin, serta pendingin ruangan (AC) sehingga mereka perlu menyediakan daya listrik sekitar 10.000 watt.

Diklat dan Sertifikasi Barista
Direktur Industri Kecil Menengah (IKM) Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Sri Yunianti, dalam kesempatan sama mengemukakan, pada Festival Kopi ini Kemenperin bekerjasama dengan lembaga akademi di Tangerang, Prodigy, mengadakan program Bimbingan Teknis (Bimtek) selama 3 hari, mulai 16 -18 Agustus.

Program yang diikuti oleh 40 orang peserta ini, “Kami ingin meningkatkan kompetensi SDM yang bergerak dalam industri kopi, sehingga mereka setelah selesai mengikuti bimtek, langsung  masuk arena job fair --bagian dari penyelenggaraan event ini.”

Rencananya Kemenperin menyelenggarakan Bimtek serupa di lebih dari 10 kota di Indonesia. (AM/Fr)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button