Trending

Electrolux Ajak Masyarakat Indonesia Beralih ke Pola Makan Berkelanjutan

Electrolux Ajak Masyarakat Indonesia Beralih ke Pola Makan Berkelanjutan
Dok. Istimewa

Listrik Indonesia | Electrolux terus mempromosikan pola makan berkelanjutan melalui kampanye MAKE IT LAST. Perusahaan meluncurkan rangkaian produk dapur UltimateTaste untuk menginspirasi konsumen tentang kebiasaan makan yang lebih baik dengan memberikan dukungan dan saran praktis.

 

Saat ini 30 persen emisi global berasal dari industri makanan, namun sepertiga atau 1,3 miliar ton dari produksi pangan global terbuang sia-sia setiap tahun. Di Indonesia, timbulan food loss and waste (FLW) dari tahun 2009 hingga 2019 mencapai 23-48 juta ton/tahun atau setara 115-184 kg/kapita/tahun.

 

Melalui MAKE IT LAST (Taste) – pilar pertama di antara tiga pilar kampanye MAKE IT LAST – Electrolux mempromosikan pola makan berkelanjutan dengan membantu konsumen mengurangi limbah makanan, mengadopsi pola makan nabati, dan meminimalkan kehilangan nutrisi saat memasak melalui berbagai peralatan dapur terbaik di kelasnya. Kampanye ini telah diluncurkan ke kawasan negara Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika, dan akhirnya resmi diluncurkan di Indonesia pada penghujung tahun 2021.

 

“Sebagai pemimpin global di industri kami, Electrolux menginspirasi dan memberdayakan konsumen untuk menjalani gaya hidup yang lebih baik dan lebih berkelanjutan. Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk membangun budaya makan yang sadar, berkelanjutan, dan sehat sebagai pilihan utama,” kata Iffan Suryanto, Presiden Direktur Electrolux Indonesia.

 

Electrolux berkolaborasi dengan Zero Waste Indonesia untuk menginspirasi masyarakat menjalani gaya hidup dan pola makan lebih berkelanjutan serta mencegah limbah makanan. Sejak bulan Oktober 2021, Electrolux telah meningkatkan kesadaran terhadap pola makan berkelanjutan di platform digital dan membuat gerakan #banyakinsayurnya.

 

“Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meringankan dampak iklim, dan mengonsumsi lebih banyak makanan nabati adalah salah satu cara paling sederhana. Beralih ke pola makan nabati dapat membantu mengurangi dampak terhadap lingkungan dalam hal emisi karbon, jumlah oksigen, degradasi tanah, dan persediaan air,” kata Fildzah Amalia, PR Manager Zero Waste Indonesia.

 

Kementerian Kesehatan menyarankan porsi sayur adalah sepertiga piring (setara dengan 150 gram atau satu mangkok sedang), dan porsi buah adalah sepertiga dari setengah piring (setara dengan 150 gram) sekali makan.

 

Sementara itu, Nana Mirdad dan Andrew White, pasangan selebriti dengan gaya hidup sehat mengatakan, “Kami mencoba menjalani gaya hidup yang lebih sehat karena kami ingin tetap sehat dan fit di tengah kesibukan, jadi kami selalu menambahkan makanan nabati ke makanan kami. Ternyata makanan nabati tidak hanya baik untuk kesehatan kita, tetapi juga bumi.”

 

Chef Yuda Bustara mengatakan, “Pola makan nabati jauh dari membosankan. Indonesia kaya akan sayur, buah, dan sumber makanan nabati lainnya. Kita bisa berkreasi dengan mencoba bahan baru atau mengeksplor resep dan metode memasak baru, tentunya dengan peralatan masak yang bisa membantu menyajikan menu yang sehat.” (***)

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button