NEWS PROFILE
Trending

Film 'Alva Edison': Ilmuwan Berjuang Temukan Teknologi Listrik Murah

Film 'Alva Edison': Ilmuwan Berjuang Temukan Teknologi Listrik Murah
Banner film 'The Current War' [Foto: imdb.com - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Di penghujung 1917 terdapat tujuh film biografi inspiratif yang cukup menyedot penonton di seluruh dunia. Salah satunya adalah The Current War

Adalah Benedict Cumberbatch yang memerankan salah seorang ilmuan tersohor sepanjang sejarah kehidupan manusia, yaitu Thomas Alva Edison, sang penemu bola lampu listrik

Mencuplik sepotong kisah perjalan hidup Edison, film mengeksplorasi "perang arus listrik" antara Edison Electric Light Company dan Westinghouse Electric Company. Tidak untuk membunuh lawan, pertarungan dua ilmuwan ini dalam semangat mencari sistem arus listrik terbaik.

Film ini dirilis di Amerika Serikat (AS) pada 24 November 2017. Bintangnya, antara lain, Michael Shannon (Man of Steel), Nicholas Hoult (X-Men) dan Tom Holland (Spider-Man: Homecoming).

Film besutan sutradara Alfonzo Gomez Rejon dan penulis skenario Michael Mitnick ini berkisah mulai pada 1880 ketika Edison baru saja meluncurkan lampu pijar, penemuan terbarunya. Edison berencana mengembangkan teknologi lain terkait listrik, dan akan membawanya ke Manhattan. 

Rencana Edison terganggu kabar ilmuwan lain, yakni George Westinghouse (Michael Shannon) yang juga berencana mengembangkan teknologi arus listrik di AS.

Westinghouse yang sebelumnya terkesan pada penemuan lampu pijar, mengundang Edison makan malam bersama. Dia ingin mempelajari penemuan Edison tersebut. Di luar dugaannya, Edison bersikap kurang ramah. 

Edison juga merendahkan ide Westinghouse yang ingin menggunakan arus AC (alternating current) dalam pengembangan teknologi listrik terbarunya. Edison menyimpulkan pengembangan listrik dengan arus AC membahayakan masyarakat. 

Westinghouse yang merasa terhina oleh ucapan Edison lalu berusaha membuktikan bahwa AC adalah teknologi yang lebih baik, hemat, berbiaya rendah alias murah, dan aman. 

Sementara itu, ilmuwan Nikola Telsa (Nicholas Hoult) tiba di AS dalam rangka mewujudkan kerja sama dengan Edison. Ternyata kerja sama tak terwujud sebab janji keuangan tidak disetujui Edison. 

Telsa kecewa berat. Dia kemudian membelakangi Edison. Ia bergabung dengan tim Westinghouse untuk mengembangkan teknologi arus AC. 

Mengetahui Telsa bergabung dengan Westinghouse, Edison sungguh geram. Positifnya, kegeramannya mendorong dirinya semakin "gila" mengembangkan teknologi arus DC (direct current). Maksudnya agar kelistrikan bisa diaplikasikan dengan biaya yang lebih terjangkau. 

Perseteruan Edison versus Westinghouse merupakan pertarungan guna menerangi kota-kota AS, dan kawasan lainnya, dengan teknologi listrik terbaik. (RE)



 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button