NEWS
Trending

Gelar Munas, HIKKMI Dukung PLN di Bidang Transmisi

Gelar Munas, HIKKMI Dukung PLN di Bidang Transmisi
Listrik Indonesia | Dalam menjalankan proyek setrum 35.000 Megawatt (MW), PT PLN (Persero) menargetkan akan membangun transmisi tenaga listrik sepanjang 46.597 kilometer. Hal ini guna mendukung dan menyukseskan program pemerintah itu bisa terselesaikan pada 2019.

Himpunan Kontraktor Ketenagalistrikan dan Mekanikal Indonesia (HIKKMI) menggelar Musyawarah Nasional II, dengan mengusung tema "Mendukung Program PLN di Bidang Transmisi Tenaga Listrik dengan Kemitraan yang Profesional", HIKKMI akan bekerjasama dengan PLN untuk menyukseskan program ketenagalistrikan 35.000 MW, dalam membangun transmisi sepanjang 46.579 kilometer.

Ketua Umum HIKKMI, Agus Sofiyandi mengatakan, seiring dengan berjalannya program 35.000 MW, transmisi merupakan suatu pekerjaan yang harus dibangun oleh PLN. "Membantu PLN dalam menyukseskan program pemerintah, dalam hal ini pembangunan transmisi sepanjang 46.000 lebih kilometer," kata Agus di sela-sela sambutan Munas HIKKMI ke II, di Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (18/11).

Ia menambahkan, tidak mudah bagi PLN untuk mengerjakan transmisi sepanjang itu. "Untuk itu kita (HIKKMI) membantu PLN dalam pengerjaan transmisi ini," jelasnya.

Sementara itu, mewakili Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, Iwan Supangkat Santoso selaku Direktur Pengadaan PLN mengatakan, "Mohon maaf Beliau tidak bisa hadir, karena lagi ada acara coffee morning di Kementerian ESDM di waktu dan jam yang sama," kata Iwan.

Iwan menerangkan, saat ini PLN sedang berfokus membangun transmisi lebih dari sepanjang 46.000 kilometer, dan lebih dari 122.000 MVA Gardu Induk. Hal ini merupakan pekerjaan yang paling berat bagi PLN dalam membangun kelistrikan Tanah Air. "Kalau pembangunan pembangkit listrik itu bisa diringankan oleh Independent Power Producer (IPP). Kalau transmisi, PLN bekerja sendiri," ujarnya.

Pada program 35.000 MW, Kapasitas pembangkit yang akan dibangun diselaraskan dengan demand, yang sangat mempengaruhi kondisi ekonomi. "Kalo nanti 2019 ada pembangkit tetapi transmisi tidak selesai. Wassalam sudah," imbuh Iwan.

Ia mengungkapkan, beberapa tahun lalu, keterlambatan yang paling besar pada PLN yakni pembangunan transmisi untuk meningkatkan capacity building.

"PLN ingin bagaimanapun cara untuk meningkatkan kapasitas nasional. Dengan menggunakan barang-barang atau produk-produk dari dalam negeri, Sumber Daya Manusia (SDM) dari dalam negeri. Hal ini merupakan salah satu persyaratan dalam mendukung tingkat kandungan dalam negeri (TKDN)," ungkapnya.

"Tanpa panjang lebar dan basa-basi, dan dengan mengucapkan Bisamillahirohmanirrohim, munas Himpunan Kontraktor Ketenagalistrikan Mekanikal Indonesia saya buka," pungkas Iwan. (GF/f)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button