Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Genjot EBT, Menkeu Siapkan Garansi Bagi Investor

Genjot EBT, Menkeu Siapkan Garansi Bagi Investor
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (foto:net)
Listrik Indonesia | Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengakui masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus disiapkan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Sebab, katanya, EBT secara umum masih dipandang sebagai sumber energi yang mahal dan tinggi risiko. 

"Indonesia punya banyak potensi geothermal, tapi untuk bisa menyediakan harga yang tepat di produk final, pemerintah harus menjelaskan isu soal risiko eksplorasinya. Nantinya dengan itu kita akan bisa memberikan garansi untuk eksplorasi, dan juga subsidi untuk di investor di EBT ini," ujar Sri Mulyani dalam Forum ke-7 Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Jum'at (9/10).

Menurutnya, peningkatan penggunaan EBT seperti geothermal, hydro, solar, dan angin selalu terbentur pada penentuan tarif dan insentif. Namun, pihaknya sedang menggodok regulasi untuk mendorong penggunaan EBT ini agar bisa bersaing dengan bahan bakar fosil.

"Tentu saja kita harus memastikan harganya harus terjangkau antara solar yang disubsidi, karena kita masih memberikan subsidi, dengan biofuel, atau sumber EBT lainnya. Ini adalah area-area yang kita mau address lebih konsisten menggunakan instrumen pajak seperti insentif, perpajakan, dan juga garansi dalam bentuk subsidi," jelasnya.

Dalam forum itu, Sri Mulyani mengajak berbagai negara, organisasi internasional untuk mendukung segala bentuk kerja sama dalam agenda perlindungan lingkungan dan pencegahan perubahan iklim, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia. Dia menegaskan, diperlukan komitmen internasional yang bisa merefleksikan perbedaan harga soal EBT ini.

"Sehingga ini akan memberikan sinyal adanya komitmen dari semua pihak baik fund manager, dan negara maju yang bisa mengarahkan harga yang tepat. Dan itu paling penting untuk negara-negara yang sudah berupaya, terutama negara berkembang seperti Indonesia yang terus berkomitmen atau memprioritaskan program yang berkaitan dengan isu perubahan iklim dan lingkungan," tandasnya. (pin)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button