Trending

Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap Mulai Bergairah

Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap Mulai Bergairah
Listrik Indonesia | Sudah tiga tahun program Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap berjalan, kini pertumbuhannya sangat signifikan.
Disampaikan Andhika Prastawa, Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) mengatakan, pada tahun ketiga Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA), AESI melihat mulai tumbuh percepatan pemanfaatan listrik surya. Namun masih ada peluang untuk ditingkatkan lagi. Pada tahun 2017 ketika GNSSA dibentuk, kapasitas PLTS atap yang terdaftar pada PLN baru sekitar 600 kW. Tahun ini, kapasitasnya telah naik menjadi 7500 kW.

Menurutnya, sangat dibutuhkan kolaborasi yang lebih intensif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, PT. PLN Persero, investor, dan  pelaku bisnis  agar tingkat pemanfaatan teknologi listrik surya dapat tumbuh seiring dengan ketetapan capaian bauran energi terbarukan dalam Kebijakan Energi Nasional yaitu 23% pada 2025.

Andhika menyebut, energi surya di Indonesia masih dapat dimaksimalkan potensinya. Seperti yang diketahui, energi surya memiliki potensi paling besar dibandingkan energi terbarukan lainnya yaitu lebih dari 207,8 GWp tetapi kapasitas terpasang per tahun 2018 masih 90 MWp. Selain lewat inisiatif seperti GNSSA, pemerintah memaksimalkan potensi energi surya dengan mendorong investasi di sektor energy terbarukan.

Setelah tahun lalu 14 pebisnis Indonesia menyatakan dukungannya pada Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA), kini PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) sebagai startup energi terbarukan yang mempelopori metode Rp 0,- dalam pembiayaan PLTS Atap berhasil menambah daftar perusahaan yang menggunakan PLTS Atap. Beberapa perusahaan tersebut diantaranya PT Softex Indonesia, PT Evi Asia Tenggara (CoHive coworking space), Griya Idola Industrial Park (Barito Pacific Group), Grand Splash Waterpark, Global Sevilla School, PT IndahTex Utama dan PT Hakiki Donarta.

Eka Himawan, Managing Director Xurya mengungkapkan, tahun lalu Xurya telah mengumumkan 14 perusahaan yang menyatakan dukungannya terhadap GNSSA. Tahun ini kapasitas terpasang PLTS Atap oleh Xurya mengalami kenaikan hingga sembilan kali lipat.

“Kami selalu berkomitmen dalam mendukung GNSSA. Salah satunya dengan memberikan layanan purna jual perawatan panel surya secara gratis kepada pelanggan untuk memastikan panel surya selalu dalam keadaan bersih dan tidak ada kerusakan, sehingga kinerjanya lebih aman dan efisien,” ucapnya dalam acara webinar 3 tahun GNSSA. Rabu, (16/9/2020).

Lanjut Ia mengatakan, seperti PT Softex Indonesia sebagai produsen popok dan pembalut terkemuka di Indonesia juga turut berpartisipasi mendukung GNSSA. Bersama Xurya, saat ini Softex Indonesia sedang menyelesaikan proyek pembangunan PLTS Atap sebesar 630 kWp di pabriknya yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Penggunaan PLTS Atap ini juga sebagai bentuk implementasi Softex Indonesia dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan.

Honey Liwe, Sustainability Project Leader PT Softex Indonesia menambahkan, “Kami telah menjalankan program efisiensi energi dan material sejak tahun 2017 dan tahun ini bersama Xurya kami sedang menyelesaikan proyek pembangunan PLTS Atap sebesar 630 kWp di pabrik Sidoarjo. Program ini tidak hanya untuk menurunkan konsumsi energi, namun juga berdampak pada penurunan emisi gas rumah kaca dan biaya operasional. Kalau dikonversikan, melalui pemasangan PLTS Atap ini kami akan menghemat kurang lebih 887.922 kWh setiap tahunnya dan menekan produksi CO2 sebesar 829.319 kg selama satu tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Harris Yahya, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM menyatakan, pemerintah tengah melakukan berbagai upaya untuk mendorong investasi energi terbarukan, termasuk dalam lini energi surya, dengan cara penciptaan pasar, perbaikan tata kelola pengembangannya, pengadaan PLT EBT berskala massif dan memberikan insentif dan kemudahan investasi.

Selain itu, lanjut ia berkata, pemerintah juga melakukan perbaikan regulasi agar penetrasi pemanfaatan listrik surya menjadi lebih tinggi dan dapat menjangkau 70 juta pelanggan listrik nasional.

“Kami berharap makin banyak pelaku bisnis yang menggunakan PLTS atap untuk
penyediaan listrik. Salah satu contoh real ada Softex Indonesia karena menggunakan PLTS atap adalah langkah yang baik bagi bisnis dan lingkungan,” harapnya. (Cr)



 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button