Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Gunakan Cangkang Sawit, PLTU Nagan Raya Optimalkan EBT

Gunakan Cangkang Sawit, PLTU Nagan Raya Optimalkan EBT
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1-2 Nagan Raya, Aceh mulai melakukan ujicoba penggunaan cangkang kelapa sawit. (foto: net)

Listrik Indonesia | Untuk menggenjot penggunaan energi baru terbarukan (EBT), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1-2 Nagan Raya, Aceh mulai melakukan ujicoba penggunaan cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakarnya. Sedikitnya, ada 150 ton cangkang sawit disubstitusi untuk menggantikan batu bara.

“Penggunaan cangkang kelapa sawit ini bertujuan untuk untuk mengurangi emisi gas buang dan mewujudkan lingkungan sehat (go green),” ujar Manager Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) PLTU 1-2 Nagan Raya, Aceh, Harmanto, di Aceh, Senin (19/10).

Menurutnya, penggunaan cangkang sebagai bahan baku pembakaran PLTU Nagan Raya tersebut juga merupakan bagian untuk menyukseskan program pemerintah, terkait energi baru terbarukan (EBT). Terlebih, Aceh merupakan salah satu penghasil sawit cukup besar.

"Pemakaian cangkang kelapa sawit di dalam mesin pembakit PLTU tersebut bersamaan dengan bahan baku batu bara. Ini kita ujicoba dulu, penggunaan cangkangnya pada Sabtu kemarin sebanyak lima persen dan hari ini kita gunakan 10 persen, dari total pemakaian per jamnya,” katanya menambahkan.

Sejauh ini, katanya, penggunaan cangkang kelapa sawit bersamaan dengan batu bara di pembangkit listrik tersebut tidak mengalami kendala apa pun. Ujicoba penggunaan cangkang kelapa sawit merupakan metode untuk mengurangi penggunaan batubara, yang menjadi sumber energi primer pada PLTU yang ada di Indonesia pada umumnya.

Sedangkan cangkang kelapa sawit yang digunakan untuk pembangkit listrik tersebut, kata dia, diperoleh dari pabrik kelapa sawit yang ada di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, katanya.

Apabila program tersebut berhasil, kata dia, maka akan mampu mengurangi bahan bakar yang berasal dari batu bara karena harganya yang mahal, sementara limbah cangkang kelapa sawit harganya sangat terjangkau.

“Untuk tahap pertama ini kita menggunakan bahan baku limbah cangkang kelapa sawit sebanyak 150 ton saja,” imbuhnya. (pin)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button