Activity CORPORATION NEWS
Trending

Gunakan Listrik, Petani Bawang Ini Raih Omset Hingga 200 Juta

Gunakan Listrik, Petani Bawang Ini Raih Omset Hingga 200 Juta
Petani Bawang di Kraksaan, Probolinggo menggunakan penerangan PLN untuk usir hama (foto: net)

Listrik Indonesia | Untuk mendukung peningkatan produktivitas petani bawang, PLN UP3 Pasuruan membuat program Sikat Libas (SInergi KAwasan Terang LIstrik BAwang krakSaan). Hal ini dilakukan sebagai upaya pemberantasan hama yang sering ditemui petani bawang.

"Mulai September 2020, 10 petani bawang beralih menggunakan listrik, mendaftar daya 900 VA. Hasilnya dengan  luas lahan 100 m2 bisa menghemat Rp. 1.100.000,-. Dan  1 tahun bisa 4 kali tanam (1 musim panen 70 hari),  maka dalam setahun bisa untung Rp. 4.400.000," ujar VP Coorporate Communication PLN, Arsya Dani Akamala Putri, di Jakarta, Sabtu (10/10).

Penerangan listrik dari PLN ini, katanya, diyakini bisa mengusir hama bawang. Para petani memasang sejumlah lampu penerangan di penjuru kebun mereka. Arsya mengaku akan menambah jangkauan Sikat Libas ke 250 petani bawang lainnya di kawasan itu.

Salah satu petani bawang, Hari Junianto mengatakan, kawasan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo merupakan daerah komoditi bawang merah. Selama ini, katanya, para petani hanya mengandalkan cahaya matahari dan jaring untuk melindungi tanaman dari hama. Banyak kekurangan yang ditemui, mulai dari biaya sewa jaring, masuknya hama sehingga biaya obat membengkak.

"Alhamdulillah, dengan penerangan listrik PLN untuk mengusir hama bisa membantu penambahan omset petani. Omset yang didapat biasanya hanya Rp 35 juta, sekarang jadi Rp 50 juta per sekali panen. Dalam setahun bisa 4 kali panen," katanya.

Sebelum menggunakan penerangan PLN, kata Hari, pengusiran hama dilakukan dengan jaring dan obat-obatan yang membutuhkan biaya cukup besar. Namun, penggunaan jaring ini memiliki kelemahan.

"Kalau pakai jaring ini, biayanya besar sekali. Terus hama masih bisa bertelur di atas jaring. Sinar matahari untuk pertumbuhan bawang pun terganggu jaring ini. Lalu waktu penyemaian pun, kita kesulitan karena harus membungkuk rendah di bawah jaring," ungkapnya. (pin)

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button