Event AGENDA NEWS
Trending

Hadir di IEMS 2021, Dirjen EBTKE : Pengembangan Kendaraan Listrik Perlu Kolaborasi

Hadir di IEMS 2021, Dirjen EBTKE : Pengembangan Kendaraan Listrik Perlu Kolaborasi
Prof Eniya Profesor Peneliti BRIN (Kiri) Menemani Dadan Kusdiana Berkunjung ke Booth Pameran

Listrik Indonesia | Hari terakhir pemeran kendaraan listrik Indonesia Electric Motor Show (IEMS) dihadiri oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana. 

Dadan berkesempatan mengisi seminar di IEMS 2021. Ia memaparkan bagaimana Ditjen EBTKE mendukung kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Kata Dadan, KBLBB merupakan langkah untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dengan mengurangi ketergantunan impor BBM.

“Kami juga mendorong untuk sumber listriknya dari energi yang bersih,” ujar Dadan. Jumat, (26/11/2021).

Lebih lanjut, Dadan menyampaikan, Kementerian ESDM sudah menerbitkan Permen ESDM Nomor  13 Tahun 2020 tentang infrastruktur pengisian listrik untuk KBLBB. Menurutnya, ini perlu mendapat perhatian lebih. Pasalnya, insfrastruktur pengisian daya salah satu penentu percepatan ekosistem kendaraan listrik.

“Saya pernah membaca hasil studi dari empat tahun lalu di Amerika, bahwa jumlah yang cukup tinggi pengguna kendaraan listrik beralih kembali ke kendaraan konvesional. Hal ini karena pada waku itu pengecasan yang dilakukan memakan waktu berjam-jam. Kalau saat ini pengisian daya hanya hitungan menit, namun PRnya memperbanyak stasiun pengisiannya di Indonesia,” ungkapnya.


Direktur Jenderal EBTKE, Dadan Kusdiana Saat Memberikan Seminar

Usai menigisi seminar, Dadan menyempatkan diri untuk berkunjung ke booth peserta IEMS. Di IEMS 2021 sendiri, tidak hanya menghadirkan produk-produk luar saja, tetapi juga produk lokal baik kendaraanya maupun komponennya.

Ia berujar, acara IEMS 2021 merupakan acara yang keren, karena secara khusus menghadirkan kendaraan-kendaraan listrik. Seteah melihat-lihat pameran, Dadan mengatakan, bahwa teknologi-teknologi yang dikembangkan anak bangsa seperti yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah siap untuk diproduksi. Namun, perlu ada kolborasi antar pihak agar karya anak bangsa bisa dikomersilkan sebagaimana perusahaan-perusahaan otomotif besar.

“Perlu ada kolaborasi kalau mau maju, tadi saya lihat produsen komponen lokal juga sudah siap desai teknologinya,” ucapnya.

“Saya berharap ajang pameran kendaraan listrik IEMS dapat terus berlanjut dan menjadi besar seperti pameran-pameran otomotif lainnya tetapi tetap secara khusus kendaraan listrik,” harapnya.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button