NEWS
Trending

HAKIT: Benahi Energi Fosil dan EBT Menuju Era Industri dan Society 5.0

HAKIT: Benahi Energi Fosil dan EBT Menuju Era Industri dan Society 5.0
Rachmat Harijanto, Ketua Umum Himpunan Ahli Pembangkit Tenaga Listrik (HAKIT)
Listrik Indonesia | Selamat HLN 2020. In­do­nesia sudah berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon melalui Per­setujuan Paris atau Paris Agreement pada tahun 2015. Paris Agreement me­rupakan Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Per­seri­katan Bangsa-Bangsa mengenai mitigasi emisi gas rumah kaca, adaptasi, dan keuangan. 

Hingga Maret 2017, 194 negara telah menandatangani perjanjian ini dan 141 diantaranya telah meratifikasi perjanjian tersebut. Indonesia merupakan salah satu negara yang menandatangani perjanjian ini pada 22 April 2016. Persentase gas rumah kaca yang diratifikasi oleh Indonesia adalah sebesar 1,49%.

DPR sudah meratifikasikan dengan UU 16/2015 dan sasaran bauran energi 2025 dari Kementerian ESDM serta adanya SDGs dari PBB. Semen­tara di Pulau Jawa di tambah beberapa PLTU Batubara dalam proyek 35 GW.

Indonesia harus memanfaatkan global interconnection yang diprakarsai China untuk memperoleh sumber energi murah dan ramah lingkungan, seperti di Australia, ada kajian kabel laut HVDC dari Australia ke Singapore, idea dari Gubernur NTT yang ingin membangun pembangkit energi terbarukan di Pulau Sumba, memasok Sistem Jawa-Bali, dan perkembangan distributed-generation dengan smartgrid, storage-energy, energi terbarukan terutama yang berasal dari tenaga surya, bayu dan CHP yang lokal dan bersih.

Harapannya bahwa masalah interim PLTU Batubara & Sumber Energi Fosil dan perkembangan energi baru segera dapat diatasi menuju era industry 5.0 & society 5.0. Sukses selalu untuk sektor Ketenalistrikan di Tanah Air. (TS)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button