Renewable Energy ENERGY PRIMER MEGA PROJECT
Trending

IKPT Tambah Portofoilio di Proyek Pembangkit Energi Terbarukan

IKPT Tambah Portofoilio di Proyek Pembangkit Energi Terbarukan
Dok IKPT

Listrik Indonesia | PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT)  terus menambah portofolio proyek-proyek pembangkit listrik, khususnya pembangkit listrik energi terbarukan (renewable energy) yang kini sedang menjadi tren.

Sudarmono Project Manager IKPT  menjelaskan, sejak 20 tahunan yang lalu, IKPT sukses mengerjakan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salaksebanyak 3 unit yaitu unit 4,5,6 dengan kapasitas 3x55 Mega Watt (MW).

Kemudian IKPT berpartisipasi dalam pembangunan PLTP Lahendong 1x20 MW sejak 2011, selanjutya di Ulubelu unit 1 dan 2 (2x55 MW) pada 2012. Tahun 2020 PLTP Lumut Balai Fluid melakukan pekerjaan Fluid Collection and Reinjection System (FCRS)  dan  Power Plant dengan kapasitas 55 MW.

Baru-baru ini IKPT juga merampungkan pembangunan First Blow PLTP Small Scale Dieng 10 MW.  Dieng Small Scale ini merupakan PLTP Small Scale pertama di Indonesia milik PT Geo Dipa Energi (Persero) yang andal dan bisa direplikasi di banyak area. Pengerjaan proyek dimulai pada 2019 lalu dan dapat dilaksanakan dalam kurun waktu kurang dari dua tahun tepatnya 18 bulan. Proyek Small Scale ini sedang memasuki tahap commissioning.

Sudarmono mengatakan, masa pandemi Covid-19 saat ini memang memengaruhi aktivitas proyek. Terutama pada pembiayaan dan schedule. Di sinilah kontraktor dituntut berakselerasi agar proyek tidak terhambat dan selesai sesuai jadawal.

"Proyek ini dimulai saat baru Pandemi dan lockdown, kami membuat improvement agar proyek ini selesai sesuai jadwal. Kami percaya dengan adanya proyek ini menjadi percontohan yang bisa direplikasi," katanya.

Selain itu, IKPT juga membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) berbahan bakar bambu di Mentawai. Lokasinya berada di tengah hutan bambu di tiga desa yaitu Saliguma di Kecamatan Siberut Tengah, Madobag dan Matotonan di Kecamatan Siberut Selatan. PLTBm Mentawai berkapasitas 700 Kw dalam proses pembangunan ternyata mempunyai tantangan tersendiri.

 

Dalam proses pembangunan PTBm berbahan bakar bambu ini, IKPT selaku kontraktor harus menempuh jalur udara untuk mengirimkan barang untuk pembangkit. Pasalnya, apabila jalur darat untuk menempuh lokasi proyek menghabiskan waktu 4 jam belum lagi medan jalan yang tak rata di sana.

Tak hanya itu, sebagai kontraktor turut memerhatikan faktor lingkungan tanpa harus babat alas. Program pembangkit listrik biomassa bambu ini dimulai sejak Maret 2017 dan merupakan proyek PLTBm bambu pertama yang ada di Indonesia hasil kerja sama dengan PT Clean Power Indonesia (CPI) sebagai developer.

“Mesin pembangkit menggunakan sistem kerja melalui gasifikasi. Dalam 1 plant berkapasitas 50 sampai 100 kw,”terangnya.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button