NEWS PROFILE
Trending

Imbas Krisis Batu Bara, DEN :  Industri Batu Bara Harus Patuh KEN dan RUEN

Imbas Krisis Batu Bara, DEN :  Industri Batu Bara Harus Patuh KEN dan RUEN
Anggota Dewan Energi Nasional Herman Darnel Ibrahim

Listrik Indonesia | Indonesia terancam krisis energi di mana para pelaku industri batu bara melakukan ekspor gila-gilaan, akibatnya pasokan untuk dalam negeri menjadi berkurang. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Herman Darnel Ibrahim meminta para pelaku industri batu bara patuh terhadap isi Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Pria yang akrab disapa HDI ini menuturkan, dalam KEN sudah diatur bahwa batu bara dijadikan sumber energi sebagai modal pembangunan dan mengamankan pasokan energi nasional. Selain itu, KEN mengarahkan untuk menguragi ekspor batu bara dan gas alam secara bertahap.

HDI mengatakan, seperti kita ketahui pemanfaatan batu bara masih mendominasi sumber enegi untuk pembagkit listrik. Namun, sering menjadi problematika terkait pasokannya. Krisis yang terjadi baru-baru ini merupakan imbas dari ekspor gila-gilaan oleh perusahaan tambang batu bara.

“Dalam RUEN itu batas maksimum ekspor 400 juta ton, tapi realisasinya melebihi batas maksimum tersebut. Inilah yang menjadi problem mereka (pelaku industri) lebih mementingkan pribadinya daripada kepentingan nasional,” ujar Herman Darnel Ibrahim dalam keterangan tertulisnya. Jumat, (7/1/2022).

Secara tegas ia mengingatkan kepada para pelaku industri batu bara, untuk lebih mementingkan pasokan dalam negeri dan lebih menumbuhkan rasa nasionalisme. Maka dari itu, setiap tambang harus punya peran mana untuk kebutuhan dalam negeri seperti listrik dan untuk ekspor.

“Memang harganya lagi bagus batu bara, bukan berarti melupakan pasokan dalam negeri.  Kalau kita mau menjadikan sumber daya energi menjadi modal pembangunan, kita harus sepakat untuk dalam negeri,” tuturnya.

Herman Darnel  pun meminta agar semua pihak patuh terhadap UUD 1945 yang tertuang pada Pasal 33 dalam membangun Perekonomian Indonesia, juga KEN dan RUEN. Sehingga, krisis energi tidak terjadi untuk bangsa ini.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button