NEWS
Trending

Imbas UU Cipta Kerja Ke Sektor Kelistrikan, Arifin: Tak Banyak Berubah

Imbas UU Cipta Kerja Ke Sektor Kelistrikan, Arifin: Tak Banyak Berubah
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. (foto: net)

Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, tidak banyak perubahan regulasi sektor ketenaglalistrikan dan Migas dalam undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Hanya saja, sektor energi lainnya mengalami penyesuaian untuk menarik investasi di tanah air.

“Tidak banyak (sektor kelistrikan) yang diubah. Isinya tak berbeda dari UU yang sudah ada sebelumnya,” ujar Arifin, di Jakarta, kemarin.

Namun, katanya, sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) khususnya panas bumi mengalami penyesuaian. Pihaknya, akan mempermudah proses perizinan agar panas bumi bisa dimanfaatkan secara optimal.

"SDA panas bumi, terkait dengan pengaturan simplifikasi perizinan panas bumi. Itu diselenggarakan pemerintah pusat, pemda, pemkot. Itu kita hilangkan perizinan soal pemanfaatan langsung. Semua mengacu pada PMSK. Harga energi panas bumi untuk pemanfaatan langsung juga kita hilangkan," kata Arifin.

Dengan demikian, katanya, diharapkan UU Cipta Kerja ini bisa menarik investasi yang sebesar-besarnya pada sektor energi. Sehingga, lapangan kerja yang besar akan tercipta dengan sendirinya. Namun terkait aturan mengenai royalti 0%, katanya, hanya berlaku jika para pengusaha tambang melakukan hilirisasi. Nah, dalam melakukan hilirisasi juga bisa menarik investasi karena membutuhkan dana yang cukup tinggi.

"Itu kami sudah sepakat untuk meningkatkan penerimaan negara meningkatkan nilai tambah pengolahan batubara dengan pengenaan royalti 0%. Ini adalah bagaimana bahan baku bisa kompetitif lalu investasi bisa dilaksanakan lalu bisa tenaga kerja bisa terserap dan memiliki nilai kompetitif," ungkap Arifin. (pin)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button