AGENDA NEWS
Trending

Indonesia Solar Summit 2020: Upaya Mendorong Percepatan Pengembangan Energi Surya

Indonesia Solar Summit 2020: Upaya Mendorong Percepatan Pengembangan Energi Surya

Listrik Indonesia | Dalam rangkaian acara The 9th Indonesia EBTKEConEx 23 – 27 November 2020, Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) turut menyelenggarakan gelaran forum surya nasional pertama Indonesia Solar Summit 2020. Summit yang mengangkat tema “A Holistic Approach to Accelerate Solar PV Development in Indonesia” ini dimaksudkan untuk mendorong diskursus pemanfaatan energi surya di Indonesia secara lebih masih dengan membawa perspektif berbagai pemangku kepentingan, termasuk dari Asia. Selain berbicara mengenai dukungan kebijakan dan non-kebijakan, summit ini juga membahas peran energi surya untuk sistem kelistrikan modern dan memperkuat investasi surya di Indonesia.

Ketua AESI Andhika Prastawa, mengatakan bahwa sejak 2016, AESI secara aktif telah melakukan advokasi untuk pengembangan energi surya di Indonesia untuk pencapaian target energi terbarukan sesuai Rencana Umum Energi Nasional, yaitu 6,5 GW energi surya pada 2025. Pada tahun 2017 di gelaran The 6th Indonesia EBTKEConEx, deklarasi Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) juga dilakukan bersama oleh 14 pihak, termasuk AESI, Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), dan Institute for Essential Services Reform (IESR). Dalam peringatan 3 tahun GNSSA yang diselenggarakan September 2020 lalu, perkembangan pemanfaatan energi surya di Indonesia, terutama dalam bentuk PLTS atap, terbilang signifikan; dari hanya 268 pelanggan PLN pada 2017 menjadi lebih dari 2.500 pengguna saat ini.

Indonesia Solar Summit 2020 juga dimaksudkan untuk menggali berbagai solusi inovatif untuk memajukan pemanfaatan energi surya di Indonesia. Kebijakan pemerinah yaitu Permen ESDM No. 49/2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) serta revisinya melalui Permen ESDM No. 12/2019 dan Permen ESDM No. 13/2019 telah memberikan payung hukum yang kuat dan memberikan ruang utamanya pada pelanggan sektor industri untuk menggunakan energi terbarukan di fasilitas mereka dengan adanya penurunan biaya kapasitas dari 40 jam menjadi 5 jam.

Kebijakan ini perlu terus disosialisasikan dan didorong, juga dengan kerjasama berbagai pihak. Program dan sinergi pemerintah, misalnya Sinergi BUMN, dapat menjadi contoh pemanfaatan PLTS atap secara masif yang dalam jangka panjang diharapkan dapat menumbuhkan industri dalam negeri dan menurunkan biaya pemasangan. Model investasi dan pembiayaan yang menarik juga menjadi salah satu faktor penting yang perlu digali, mengingat masyarakat dan berbagai kalangan masih memiliki keraguan pada biaya pemasangan PLTS atap yang dinilai cukup tinggi.

Dr. Surya Darma, Ketua METI, mengatakan bahwa dalam pembukaan The 9th Indonesia EBTKEConEx 2020 23 November lalu, para deklarator GNSSA juga memberikan penghargaan kepada mereka yang dinilai berkontribusi positif mempercepat pencapaian target GNSSA dengan menggunakan PLTS atap di bangunan mereka. Penghargaan Solar Rooftop PV Champion 2020 ini diberikan pada Ignasius Jonan (Menteri ESDM 2016 – 2019) dan Harris Yahya (Direktur Aneka Energi Terbarukan, Ditjen EBTKE – Kementerian ESDM) yang telah mendorong terbitnya regulasi penggunaan PLTS atap di bangunan.

Selain itu, GNSSA juga memberikan penghargaan pada 4 perusahaan yang telah memanfaatkan PLTS atap di fasilitas mereka, yaitu Coca- Cola Amatil Indonesia (7,13 MWp di Cikarang Barat), PT Tirta Investama (Danone-Aqua) (4,01 MWp di Ciherang, Banyuwangi dan Klaten), PT Astra Honda Motor (1,44 MWp di Cikarang dan Delta Mas), dan PT Summarecon Agung Tbk (memasarkan perumahan terintegrasi PLTS atap di Gading Serpong, Tangerang).

Energi surya, dengan sifatnya yang modular dan bisa dipasang di berbagai lokasi, memiliki potensi menjadi penggerak pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Diperlukan lebih banyak dukungan kebijakan, harga, dan teknologi untuk memanfaatkan potensi energi surya di Indonesia yang sangat besar dan menjadikan Indonesia sebagai pemain energi surya yang handal.

Mulai tahun 2021, AESI bersama dengan Asosiasi Produsen Modul Surya Indonesia (APAMSI) dan Asian Photovoltaic Industry Association (APVIA) akan menyelenggarakan ASEAN Solar Summit dengan tuan rumah negara-negara ASEAN secara bergilir. (TS)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button