NEWS Business CORPORATION Renewable Energy ENERGY PRIMER
Trending

Industri Baterai Kendaraan Listrik Gandeng LG Group

Industri Baterai Kendaraan Listrik Gandeng LG Group
Gedung LG [Foto: kabarmedsos.com

Listrik Indonesia - Industri baterai kendaraan listrik segera berdiri. Dengan bahan baku baterai yang melimpah, Indonesia Batteray Corporation segera mendukung pemanfaatan kendaraan listrik dan menangkap peluang pasar baterai global. 

Tonggak penting pusat pembuatan baterai tersebut berupa penandatanganan heads of agreement (HoA) investasi antara PT Industri Baterai Indonesia dengan Konsorsium Baterai LG asal Korea Selatan (Korsel). 

Konsorsium itu terdiri atas LG Energy Solution, LG Chem, LG International, POSCO, dan Huayou Holding.

BACA JUGA: Empat BUMN Garap Perusahaan Baterai Kendaraan Listrik

Menteri Investasi/Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia yang menyaksikan penandatanganan mengatakan tahap selanjutnya adalah feasibility study (FS) proyek. 

"Kita punya komitmen untuk cepat realisasi investasi," tandas Bahlil dalam keterangan pers tertulis BKPM, Kamis, 6 Mei 2021. 

Sementara itu, Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Erick Thohir pada kesempatan yang sama menyatakan pengerjaan proyek industri baterai dimaksud harus dipercepat. 

Permintaan baterai untuk kendaraan listrik di dalam negeri saja perlu segera dipenuhi. Misalnya, pemerintah daerah memiliki rencana angkutan umumnya kendaraan berbahan bakar bersih, yakni listrik.

BACA JUGA: Tesla Amankan Suplai Nikel Genjot Produksi Baterai Mobil Listrik

"Indonesia sangat serius. Terbukti dari beberapa daerah, banyak gubernur membuat keputusan bahwa mobil listrik, terutama seperti bus dan kendaraan umum harus dipakai tahun ini," ungkap Erick.


Perjanjian Pra-Kontrak 

HoA atau perjanjian pra-kontrak merupakan komitmen para pihak yang dituangkan dalam bentuk tertulis, yang tidak dimaksudkan untuk mengikat. 

HoA lazim digunakan dalam proses pendirian bisnis, baik nasional maupun internasional, selama tahap negosiasi berlangsung.

Penandatanganan HoA proyek pabrik baterai kendaraan listrik tersebut hasil tindak lanjut pertemuan Presiden Moon Jae In dengan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo atau Jokowi di Busan, Korea Selatan, pada 25 November 2019. 

BACA JUGA: 'Holding' Industri Baterai Kendaraan Listrik, Apa Kabar?

Begitu juga dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara BKPM dengan LG Group yang ditandatangani Bahlil dan CEO LG Energy Solution pada 18 Desember 2020 di Seoul, Korea Selatan. 

Kerja sama proyek investasi raksasa dan strategis di bidang industri sel baterai kendaraan listrik ini terintegrasi dengan pertambangan, peleburan (smelter), pemurnian (refining), serta pabrik precursor dan katoda.

Nilai rencana investasinya mencapai US$ 9,8 miliar. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button