NEWS
Trending

Industri Sampai Praktisi Dukung Pengembangan Mobil Listrik

Industri Sampai Praktisi Dukung Pengembangan Mobil Listrik
Listrik Indonesia I Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengundang instansi-instansi terkait untuk membahas payung hukum percepatan kendaraan listrik untuk sektor transportasi.
 
Dukungan terus mengalir, baik kementerian dan lembaga pemerintahan, kalangan industri otomotif, asosiasi, hingga dari akademisi.
 
Menurutnya, program percepatan kendaraan mobil listrik di sektor transportasi mendapat respon positif dari berbagai kalangan antara lain dari kalangan akademisi, dan pengusaha. Dilansir dari esdm.go.id, pertemuan kali ini merupakan kelanjutan dari 8 (delapan) pertemuan sebelumnya dan dilakukan dalam format focus group discussion (FGD).
 
Dirinya berharap, program mobil listrik ini akan membawa manfaat bagi Indonesia seperti, pengurangan emisi dari gas buang sehingga membuat lingkungan lebih berlih, kedua membawa Indonesia menjadi lebih maju, untuk bisnis yang lebih baik, kemandirian energi, hemat devisa, karena itu tinggal dibuat saja roadmapnya bagaimana pelaksanaannya.
 
“Presiden Joko Widodo menginginkan bahwa Indonesia juga tidak tertinggal dalam penggunaan kendaraan listrik seperti yang dilakukan di banyak negara terutama negara-negara besar. Bapak Presiden menyarankan, apakah harus dibuat regulasi, Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden,” ungkap Jonan dalam konferensi pers usai rapat antar instansi dan lembaga terkait pembuatan regulasi percepatan kendaraan listrik untuk sektor transportasi, beberapa waktu lalu di Bali, seperti yang diberitakan Sabtu, (26/08).
 
Sementara, percepatan kendaraan listrik untuk sektor trasportasi ini mendapat dukungan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO).
 
Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara mengatakan, pihaknya, siap untuk mendukung dan melaksanakan isi dari Peraturan Presiden (Perpres) atau Peraturan Pemerintah (PP) yang akan dikeluarkan untuk percepatan kendaraan listrik untuk transportasi.
 
“Kan Gaikindo sudah punya macam-macam produk mobil listrik, tinggal masalahnya kapan mau dibawa kesini dengan harga yang terjangkau. Kalau mau di produksi di Indonesia jumlah itu diperhitungkan dan dari kami sendiri itu inginnya diproduksi sendiri bukan impor CBU-nya,” terang Kukuh.
 
Dirinya melanjutkan, dalam pengembangan mobil listrik ini, dalam negeri nanti akan bersaing dengan Thailand yang juga saat ini sedang mengembangkan hal yang sama.
 
Meski demikian, Indonesia volumenya lebih menjanjikan dan tentunya para stakeholder harus mendukung keinginan Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia bukan hanya sebagai negara berbasis industri namun juga berbasis teknologi.
 
“Nah ini yang harus kita lakukan, bersinergi bersama antara pemerintah dengan pengusaha masing-masing pada bagiannya,” paparnya.
 
Lebih jauh Kukuh mengungkapkan, harga mobil listrik saat ini masih lebih mahal dibandingkan dengan harga mobil berbahan bakar minyak, yakni sekitar 20%-30%.
 
Tentunya, hal ini menurut Kukuh yang harus dicari solusinya agar harganya dapat terjangkau oleh konsumen Indonesia, diperlukan insentif yang lebih panjang.
 
“Industry automotive itu bukan industri dadakan melainkan industri yang memerlukan komitmen jangka panjang. Kalau kita ngomong lima tahun itu baru satu model, jadi memerlukan komitmen jangka panjang yang mungkin memerlukan tax holiday selama 10-15 tahun untuk invest di Indonesia, agar lebih menarik investor,” tandasnya. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button