Renewable Energy ENERGY PRIMER MEGA PROJECT NEWS
Trending

Ingin Bangun PLTA, Kencana Energi Buka Peluang Kerjasama

Ingin Bangun PLTA, Kencana Energi Buka Peluang Kerjasama
Ilustrasi
Listrik Indonesia | PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) tengah mencari investor strategis untuk pembangunan tiga pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia.

Jika tercapai kesepakatan, PT Kencana Energi setidaknya akan melepas 20-25 persen saham pada investor strategis tersebut. 
Ketiga proyek tersebut meliputi PLTA Kalaena Luwu Timur berkapasitas 75 MW,  PLTA Salu Uro di Luwu Utara berkapasitas 90 MW, dan  PLTA Pakkat 2 di Sumatra Utara dengan kapasitas 35 MW. Total investasi untuk pembangunan tiga proyek ini diperkirakan mencapai US$ 400 juta- US$ 500 juta.

“Saat ini ada beberapa calon investor yang sedang menjajaki peluang untuk berpartisipasi membesarkan bisnis KEEN dengan mengambilalih sekitar 20 persen sampai 25 persen saham," ujar Wakil Presiden Direktur PT Kencana Energi Wilson Maknawi, Senin (28/12/2020).

Lebih lanjut Wilson menyampaikan, para investor tersebut diharapkan mempunyai visi dan misi yang sama dengan Kencana Energi, serta dapat menciptakan sinergi dalam rangka mempercepat pembangunan dan menyediakan EBT di Indonesia yang bersifat energi bersih, ramah lingkungan dan berkelanjutan serta membantu pemerintah mewujudkan pencapaian bauran energi EBT sebesar 23% di tahun 2025.

KEEN sudah melakukan studi kelayakan terhadap ketiga proyek pembangkit yang akan dibangun tersebut. Apabila PPA (Power Purchase Agreement) dari proyek ini bisa didapat pada 2021, kami optimistis bisa menyelesaikannya pada 2025, saat itu KEEN diharapkan sudah memiliki total kapasitas sekitar 250 MW.

Dengan tujuan jangka panjang tersebut, calon investor strategis diharapkan bisa membawa  dampak signifikan untuk pengembangan bisnis perusahaan. pasalnya, untuk mengembangkan tiga power plant yang sudah dicanangkan perseroan,  dibutuhkan dukungan dana investasi sekitar 500 juta Dollar AS.

“Untuk itu kita butuh dukungan dari pasar modal dalam bentuk debt atau equity. Lebih dari itu, kita juga butuh satu international big boy untuk bersama-sama berkembang,” pungkasnya. (Cr)




Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button