NEWS
Trending

Ini Cara Pemerintah Tingkatkan Devisa Negara

Ini Cara Pemerintah Tingkatkan Devisa Negara
Listrik Indonesia  |  Dalam Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu yang digelar di Istana Negara, Jokowi memberikan pengarahan untuk dapat meningkatkan devisa negara.

Salah satunya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, ikut menghadiri Ratas tersebut.

Dari sektor minyak dan gas bumi, Jokowi meminta agar PT Pertamina (Persero) dapat membeli seluruh lifting minyak bumi yang diproduksi oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas.

Menindaklanjuti arahan dari Presiden Jokowi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, pihaknya akan segera memfasilitasi regulasinya.

"Hasil Ratas minta supaya lifting minyak di KKKS dibeli seluruhnya oleh Pertamina. Ini akan bisa mengurangi impor kita. Ini akan difasilitasi regulasinya dan berlaku secepatnya," jelas Agung melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, seperti yang dituliskan (16/08).

Selain itu, lanjut Agung, Presiden akan menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) terkait kewajiban pencampuran biodiesel dalam BBM (B-20) dan berlaku mulai 1 September 2018 mendatang. Perpres ini akan berlaku baik untuk BBM Public Service Obligation (PSO) maupun non-PSO.

"Besok Pak Presiden tanda tangan Perpres B-20 yang berlaku mulai 1 September, baik PSO maupun non-PSO. Negara bisa menghemat US$ 2 miliar untuk tahun ini. Tahun depan akan menghemat US$ 4 miliar," terang Agung.

Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan ekspor batu bara, pemerintah membuka tambahan ekspor batu bara sebesar 100 juta ton. Saat ini, dari 100 juta ton tersebut, Menteri ESDM telah menandatangani persetujuan tambahan awal untuk 25 juta ton. Dengan penambahan tersebut, diharapkan akan menambah devisa negara hingga US$ 1,5 miliar.

"Dari 100 juta ton rencana tambahan produksi batubara, saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang mengajukan penambahan produksi total 25 juta ton, dan telah disetujui. Dengan adanya hal ini diharapkan negara bisa mendapatkan tambahan devisa US$ 1,5 miliar dan uangnya segera bisa masuk ke negara. Persetujuan sudah ditandatangani Menteri ESDM. Harga batu bara saat ini baik untuk meningkatkan devisa," bebernya.

Kemudian, Ratas juga membahas mengenai penggunaan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), untuk itu Kementeeian ESDM mendorong penggunakan TKDN untuk industri hulu migas dan proyek kelistrikan, sepanjang tersedia di dalam negeri dengan tidak menerbitkan master list untuk bebas bea masuk.

Lalu, dalam Ratas juga dibahas rencana digitalisasi nozzle untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Tertentu (Solar) dan BBM Khusus Penugasan (Premium). "Untuk nozzle akan segera dibuatkan nozzle real time. Hal itu untuk mengurangi penyalahgunaan BBM dan mengawasi konsumsi Premium hingga ke masyarakat," tandas Agung.

Lebih lanjut Agung mengatakan, Kementerian ESDM melalui Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina (Persero) menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk akan memasang digitalisasi nozzle pada 5.518 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Program tersebut diharapkan dapat menunjang dan meningkatkan devisa negara dan memperkuat nilai tukar rupiah," pungkas Agung. (Rg)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button