NEWS
Trending

Ini Cara PLN Tekan Biaya Pokok Produksi

Ini Cara PLN Tekan Biaya Pokok Produksi
Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) berkeinginan untuk mengakuisisi beberapa tambang batu bara, hal tersebut dilakukan guna menekan harga biaya pokok produksi (BPP) untuk bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) lebih efisien‎. Pasalnya, sekitar 50% pembangkit yang terpasang saat ini menggunakan bahan baku batubara yakni PLTU.

Data Perusahaan setrum ini menunjukkan, harga acuan batu bara naik signifikan dari tahun 2016 sebesar US$61,8 menjadi US$82,2 per ton di kuartal II tahun 2017. Artinya, BPP mengalami peningkatan pada 2016 sekitar Rp1.265 per kWh menjadi Rp1.283 per kWh di kuartal II tahun 2017.

Menurut Direktur Pengadaan Strategis II PLN, Supangkat Iwan Santoso, BPP listrik saat ini terus mengalami kenaikan, tentunya hal ini sangat berpengaruh terhadap kenaikan harga batu bara, hal tersebut ungkapnya, dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara PLN dengan Komisi VII DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta (29/08).

Maka dari itu, tambah Iwan, pihaknya berencana ingin mengakuisisi beberapa tambang batu bara, sehingga perseroan dapat menekan harga dan dapat mengontrol pasokan batu bara ke PLTU.

"Mengenai akuisisi tambang batu bara, yang pertama sebagaimana disampaikan Pak Dirut (Direktur Utama Sofyan Basir), harga energi primer yang sulit dikendalikan PLN disebabkan oleh gejolak biaya produksi yang tinggi. Untuk itu, akuisisi tambang batu bara dilakukan untuk pembangkit," terang Iwan.

"Akuisisi, bisa menjadi jalan keluar untuk pemenuhan batu bara di pembangkit-pembangkit PLN maupun milik swasta (Independent Power Producer)," tambahnya.

Iwan mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengakuisisi tambang batu bara yang berada di wilayah Jambi, Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Menurutnya, segala dokumen sudah dipegang PLN, akan tetapi, Ia enggan menyebut secara rinci tambang tersebut milik siapa dan berada di lokasi mana.

Hia mengatakan, hasil tambang batu bara di Jambi itu nantinya akan disalurkan untuk mensuplai batu bara ke PLTU Mulut Tambang Jambi 1 kapasitas 2x300 MegaWatt (MW). "Proses akuisisi PLTU Jambi hampir selesai untuk tambangnya, sebab kesiapannya sudah sangat jelas," papar Iwan.

Selain itu, pihaknya juga berencana untuk mengakuisisi tambang batubara ditempat lainnya, khususnya tambang yang dekat dengan pembangunan pembangkit PLTU Mulut Tambang yang menjadi prioritas, yakni PLTU Mulut Tambang Kalselteng 3 berkapasitas 200 MW dan PLTU Mulut Tambang Kaltim 5  yang berkapasitas 200 MW.

Lalu, perusahaan setrum negara ini juga mengusulkan untuk bersinergi dengan Independent Power Producer (IPP) dalam membangun PLTU mulut tambang. Ini menjadi cara Perseroan dalam menekan harga BPP.

"Ada dua skema dalam mengakuisisi tambang batu bara, pertama, PLN akan bersinergi dengan IPP membangun PLTU mulut tambang dan pasokan bahan bakunya melalui tambang PLN, lalu kedua, proses akusisi tambang batu bara digunakan untuk pembangkit selain PLTU mulut tambang," tukas Iwan. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button