NEWS
Trending

Ini Kata Arcandra Tahar Mengenai Pemanfaatan EBT

Ini Kata Arcandra Tahar Mengenai Pemanfaatan EBT
Listrik Indonesia | Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya memanfaatkan potensi sumber daya alam, khususnya Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk memenuhi kebutuhan energi.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan, yang perlu dilakukan adalah mengklarifikasi dan meningkatkan status data potensi yang ada.

Selain itu, lanjutnya, mencari cadangan terbukti yang siap dimanfaatkan untuk mendukung ketersediaan energi.

“Data-data cadangan sumber daya alam kita perlu diteliti lebih dalam. Jika ada yang menyatakan sumber daya air kita terbesar kelima dunia, itu (masih) unverified, masih potensi, belum cadangan,” jelas Arcandra akhir pekan lalu (09/04).

Dikutip dari laman resmi ESDM, Arcandra mengungkapkan, berbicara soal cadangan, ketika dinamakan potensi kita harus berpikir lebih jauh.

“Contoh kasus yang sangat jelas adalah minyak bumi. Apakah kita masih percaya negara kita kaya minyak? Cadangan terbukti (proven reserve) hanya 3,3 miliar barel atau sekitar 0,2% dari cadangan minyak dunia. Produksi kita 800 ribu barel per hari (bph). Mungkin kita berpikir beberapa tahun lagi cadangan kita habis, kalau kita tidak temukan cadangan lain. Minyak itu belum akan habis, yang ada adalah kemampuan manusia saat ini hanya mampu mengambil sampai 40-50%. Masih ada 60-50% lagi di bawah sana, yang belum terambil,” ungkap Arcandra.

Dengan kondisi seperti itu, Ia menuturkan, pentingnya pemanfaatan energi non fosil dalam rangka memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Apakah kita akan memanfaatkan energi di luar fosil? Iya, non fosil adalah keharusan,” imbuhnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, tahun 2014-2016, yang bertanda tangan kontrak dengan PT PLN (Persero) untuk pemanfaatan EBT hanya sekitar 14 atau 15. Tahun 2017 ada 70 (naik 4 kali lipat).

“Tahun 2017 kita mendorong EBT. Kalau dikatakan tidak ada terobosan, ini data dari mana? Renewable Energy kita dorong, komitmen 1,2 GW ditandatangani tahun lalu. Jadi mohon dikoreksi kalau ada yang bilang pemerintah tidak melakukan terobosan,” jelasnya. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button