NEWS
Trending

Ini Kata Pengamat Soal Proyek PLTGU Jawa 1

Ini Kata Pengamat Soal Proyek PLTGU Jawa 1
Listrik Indonesia | Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) diminta segera menyelesaikan atau ikut turun tangan ketika proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 1 molor dari target. Hal tersebut lantaran isu bank ability mengganggu proyek, sehingga membuat kontrak proyek senilai US$2 miliar atau sekitar Rp26 triliun itu mundur.

Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara menilai, berlarutnya rencana pembangunan PLTGU Jawa 1 diduga karena tidak adanya transparansi kepada publik, misalnya terkait harga jual beli listrik terhadap pemenang tender. "Harus ada langkah tegas dari Dirjen Ketenagalistrikan Jarman dengan memanggil direksi PLN dan Pertamina. Kita semua tahu bahwa konsorsium Pertamina telah siap dengan 60 persen purchase requirement dengan harga jual tetap 5,5 sen dolar Amerika Serikat (AS)," ungkapnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/01).

Ia mengungkapkan, dengan kondisi yang seperti ini, di mana konsorsium Pertamina mengelola dan menyerap isu teknis komersial berongkos US$ 170 juta, jika ditarik ekuivalensinya, maka tarif harga jual listrik yang ditawarkan konsorsium Pertamina bisa hanya menjadi 5,2 sen dolar AS. Anehnya, beredar kabar bahwa konsorsium Pertamina mengharuskan PLN mengambil 92% purchase requirement dengan harga jual 5,7 sen dolar AS.

"Kabar itu setahu saya tidak benar," terangnya. Konsorsium Pertamina, setahu Marwan, telah melakukan penawaran sesuai spesifikasi teknis dan finansial yang telah ditetapkan di dalam tender. "Jangan sampai ada alasan kemenangan konsorsium Pertamina dibatalkan karena adanya oknum yang memanipulasi informasi dan data," bebernya.

Menurut Marwan, manipulasi informasi dan data bisa dilakukan oleh oknum untuk kepentingan pemburu rente yang berpihak pada perusahaan tertentu dengan mengorbankan proses yang sudah baik. "Dirjen Ketenagalistrikan tidak boleh tinggal diam. Jangan sampai proyek ini dimenangkan oleh konsorsium yang lebih mahal dan dengan kualitas yang jelek dengan mengorbankan Pertamina. Dia (dirjen) harus memanggil kedua direksi, untuk mengklarifikasi masalah yang ada," tegas Marwan.

Lebih jauh Marwan mengungkapkan, jangan sampai kemudian dilakukan tender ulang yang nanti hanya memenangkan konsorsium yang melakukan penawaran lebih mahal dengan harga yang murah. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button