NEWS
Trending

Ini Trik PLN Untuk Tingkatkan Revenue, Sisir Potensi Non Listrik

Ini Trik PLN Untuk Tingkatkan Revenue, Sisir Potensi Non Listrik

Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) terus berupaya untuk meningkatkan revenue bagi perusahaannya. Pihaknya mulai membidik potensi pendapatan dari non listrik atau beyond kWh meter revenue.

“Tapi ini tidak cukup, karena nanti kita membutuhkan juga revenue dari sektor lain di luar  dari kWh itu sendiri, yakni beyond kWh. Nah, kalau kita ingin mendapatkan beyond kWh, kita perlu invertarisasi solusi kepada pelanggan,” ujar Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Sahril dalam webinar, Rabu (14/10).

Dia mengungkapkan, banyak potensi pendapatan yang perlu digali holding dan anak perusahaannya. Peningkatan revenue ini penting dilakukan guna menjaga sustainabilitas keuangan perusahaan.

“Suistabilitas keuangan ini diperlukan agar PLN dapat melayani masyarakat dan melakukan investasi untuk terus menumbuhkan PLN. Salah satu kunci agaar suistabilitas terjaga adalah mendapatkan revenue yang terus tumbuh,” katanya.

Selama ini, katanya, revenue PLN didapatkan dari penjualan listrik melalui kWh meter semata. Padahal, katanya, tidak sedikit potensi bisnis yang ada di anak perusahaan yang bisa menjadi revenue baru bagi perusahaan.

“Saya kasih contoh waktu saya di Jawa Timur, waktu itu saya bertemu dengan Kadin setempat. Mereka kebanyakan melakukan pengiriman komoditas ke Kalimantan, tapi mereka keluhkan dengan biaya pengiriman yang besar sekali. Saya terbayang, kita punya anak perusahaan dalam transportasi laut. Walaupun mulanya, kapal itu untuk Batu Bara. Saya tanya, kalau kapal itu dari Kalimantan ke Paiton bawa Batu Bara, pulangnya  ke Kalimantan lagi bawa apa? Kosong. Nah, bagaimana kalau ada perusahan-perusahaan lain menggunakan kapal ini dan kita kasih harga diskon,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya memberikan gagasan program yang harus diintegrasikan dengan seluruh anak perusahaan. Yakni melalui program “Total Solution Priority Accaunt”.  Program ini akan memberikan layanan bagi perusahaan dengan kapitasi besar dengan memberikan account executive. Dia meyakini, kapitasi dari program ini akan menghasilkan Rp 10-15 triliun per tahun. (pin)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button