Renewable Energy ENERGY PRIMER
Trending

Inilah Portofolio MedcoEnergi di Energi Terbarukan

Inilah Portofolio MedcoEnergi di Energi Terbarukan

LISTRIK INDONESIA | PT Medco Power Indonesia mengemangkan berbagai portofolio energi terbarukan untuk menuju net zero emission dan mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan emisi karbon dan target bauran energi bersih sebesar 23% pada 2025. Namun, untuk mencapai target itu tidak mudah karena masih menghadapi berbagai tantangan, seperti regulasi, pembiayaan, teknologi, dan kepedulian publi terhadap energi bersih.

 

Praditya Putra, Head of Chief Executive Officer Office and Chief of Staff PT Medco Power Indonesia, menjelaskan bahwa Medco Power Indonesia telah mengembangkan berbagai proyek energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), dekarbonisasi melalui kendaraan listrik, dan pemanfaatan gas bumi menjadi listrik serta portofolio lainnya.

 

“Di sektor hidro misalnya, Medco membangun pembangkit listrik mini hidro (PLTMH) berkapasitas 18 MW di Jawa Barat dan berencana mengembangkan PLTMH di Sumatera Barat,” ujarnya dalam acara IPA CONVEX 2021, Kamis (2/9).

 

Di sektor geothermal, katanya, Medco mengambangkan PLTP Sarulla berkapasitas 330 MW, PLTP single yang terbesar di dunia. Selain itu, perusahaan milik Arifin Panigoro itu juga mengembangkan PLTP Ijen di Jawa Timur dengan kapasitas bisa mencapai lebih dari 1.000 MW. Di sektor angin, Medco Power mengembangkan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Sumbawa berkapasitas 30 - 50 MW.

 

Dia menambahkan bahwa Medco Group juga mengembangkan energi surya, yatiu di Sumbawa 26 MWp dengan target beroperasi pada 2022, di Bali 2 x 25 MWp, di internal perusahaan 10-30 MW, dan kerja sama dengan bisnis (B2B) bisa mencapai sekitar 800 MW.

 

Selain itu, Medco juga melakukan optimalisasi gas bumi untuk listrik dengan mengoperasikan PLTGU hingga 300 MW. Medco juga berencana membangun PLTGU berbahan bakar LNG di wilayah timur Indonesia dengan kapasitas mencapai 800 MW serta Riau CCPP 275 MW yang telah beroperasi sejak 2021.

 

Praditya menuturkan bahwa Medco menargerkan kapasitas pembangkit listrik dari energi terbarukan hingga 5.000 MW.

 

Dia menilai ada beberapa tren penting di sektor energi, yaitu menuju transisi energi bersih. Transisi energi itu dapat dilakukan melalui elektrifikasi, dekarbonisasi, pemanfaatan gas untuk pembangkit, digitalisasi, energy storage, dan lainnya.

 

Indonesia juga memiliki target untuk karbon netral pada 2060. Di sisi lain, target energi terbarukan masih sangat ambisius dengan berbagai tantangan yang dihadapi seperti kebijakan yang belum menarik bagi investor, teknologi, kebutuhan pendanaan, dan kepedulian publik terhadap energi ramah lingkungan yang relatif masih rendah.

 

Menurutnya, Indonesia membutuhkan investasi hingga US48 miliar per tahun untuk mencapai target bauran energi bersih sebesar 23% pada 2025.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button