Ceremony AGENDA Activity CORPORATION NEWS
Trending

Integrasikan Data Perpajakan, Icon+ Kembangkan Aplikasi Air Tax

Integrasikan Data Perpajakan, Icon+ Kembangkan Aplikasi Air Tax
PLN bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kementerian Keuangan, dan Kementerian BUMN Republik Indonesia secara resmi melakukan Go Live Digitalisasi Integrasi Data Perpajakan mulai Jumat (07/10).

Listrik Indonesia | Untuk meningkatkan transparansi, percepatan dan integrasi transaksi perpajakan, PLN melakukan Go Live Digitalisasi Integrasi Data Perpajakan. Pihaknya menggunakan Aplikasi Air Tax yang dibuat PT Indonesia Comnet Plus (Icon+), salah satu anak usaha PLN.

“Digitalisasi dan integrasi data antara PLN dengan DJP merupakan bagian dalam Transformasi PLN yang masuk dalam pilar “Lean”. Kerja sama ini membuat PLN menjadi lebih lincah melalui digitalisasi proses bisnis pengelolaan perpajakan baru,” ujar Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, di Jakarta, Jum’at (9/10).

Menurutnya, digitalisasi dan integrasi data perpajakan ini diperlukan untuk meningkatkan transparansi dan kepatuhan pajak PLN sebagai BUMN dan tentunya sebagai Wajib Pajak. Secara spesifik, digitalisasi ini mengintegrasikan proses pembayaran PPN dengan Bank Persepsi, sehingga dapat meminimalkan risiko kesalahan input data dan mempercepat proses pembayaran pajak.

Dengan begitu, PLN secara otomatis dan real time juga dapat menerima bukti pembayaran pajak (NTPN: Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dari Bank Persepsi. Selain itu, PLN juga memiliki akses untuk mendapatkan data Faktur Pajak Masukan dari sistem DJP, sehingga rekonsiliasi data PPN dapat dilakukan secara otomatis dan periodik.

“Pengembangan integrasi data perpajakan PLN ini menggunakan Aplikasi Air Tax yang di support oleh Anak Perusahaan PLN, yaitu PT Indonesia Comnet Plus (ICON+). Selain itu, Bank Persepsi (BNI, BRI dan Mandiri) juga memberikan dukungan penuh untuk terwujudnya Integrasi Pembayaran Pajak dengan Aplikasi Bank,” katanya.

Go Live ini merupakan tindaklanjut dari nota kesepahaman tentang integrasi data perpajakan yang ditandatagani oleh Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dan Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo pada 31 Januari 2020. Integrasi data ini merupakan pengembangan dari integrasi data e-Faktur Host-to-Host (H2H) yang telah dilaksanakan sejak Januari 2019 dan diperluas kepada seluruh aktivitas bisnis PLN yang terkait.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan, Suahazil Nazara memberikan apresiasi atas capaian yang dilakukan oleh DJP bersama PLN dalam melakukan integrasi data perpajakan. Menurutnya Integrasi data perpajakan ini menjadi modal bagi PLN untuk semakin transparan dan mudah dalam pengelolaan pajak.

“Saya apresiasi di ulang tahun ke-75, PLN bekerja sama dengan DJP melakukan kooperatif compliance. Ini menjadi suatu good story atau bahkan best story bagi BUMN lain,” tutur Suahazil Nazara. (pin)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button