NEWS
Trending

Investasi Ketenagalistrikan Kuartal III Meningkat

Investasi Ketenagalistrikan Kuartal III Meningkat
Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, total investasi di sektor ketenagalistrikan hingga kuartal III Tahun 2019 senilai US$8,31 miliar, atau meningkat 38,9%.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, pemerintah memiliki sejumlah program untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia, salah satunya melalui megaproyek 35.000 MW. Program tersebut tidak hanya soal pembangkitan, tetapi juga investasi di bidang transmisi, gardu induk, maupun jaringan distribusi.

"Jangan bicara pembangkit, tapi juga kesiapan transmisi dan gardu. Yang pasti kita berupaya memenuhi kebutuhan industri ataupun target ekonomi yang dicanangkan secara nasional," katanya.

Pada 2019 ini target investasi senilai US$12,04 miliar. Artinya, realisasi investasi hingga kuartal III/2019 baru mencapai 69%. Target investasi sektor ketenagalistrikan pada tahun ini pun lebih tinggi dari realisasi investasi tahun lalu senilai US$11,29 miliar.

Adapun investasi terbesar berada pada pembangkitan dengan nilai US$5,08 miliar yang didominasi produsen listrik swasta dengan nilai US$3,18 miliar, diikuti oleh PT PLN (Persero) US$1,67 miliar, dan public private utility (PPU) US$0,23 miliar.

Investasi di sektor ketenagalistrikan juga datang dari transmisi, gardu induk, dan jaringan distribusi yang semuanya datang dari PLN. Nilai investasi transmisi hingga kuartal III/2019 senilai US$1,36 miliar, gardu induk US$0,51 miliar, dan jaringan distribusi US$1,36 miliar.

Lebih lanjut Rida menjelaskan, hingga September 2019 rasio elektrifikasi nasional mencapai 98,86% dan Pemerintah menargetkan sampai akhir tahun ini sebesar 99, 90%.

“Untuk mencapai rasio elektrifikasi sebesar 99,9 persen harus ada 1,1 juta rumah tangga yang harus dilistriki,” terangnya.

Berdasarkan Basis Data Terpadu Badan Pusat Statistik (BPS) dan hasil verifikasi PT PLN (Persero), dari sekitar 1,1 juta rumah tangga tersebut sebesar 710.008 rumah tangga diantaranya merupakan masyarakat tidak mampu. Untuk melistriki 710.008 rumah tangga tidak mampu tersebut, pemerintah mengeluarkan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 450 VA dari program sinergi BUMN yang merupakan tanggung jawab sosial PLN. Selain itu, adapula Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang dianggarkan Pemerintah Daerah, program one man one hope PLN dan program KESDM Peduli.

“Program BPBL mulai memperlihatkan hasil dimana masyarakat tidak mampu tersebut kini telah mendapatkan sambungan listrik dan rasio elektrifikasi nasional perlahan-lahan meningkat,” pungkasnya. (CR)

 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button