PROFILE
Trending

Investasi Sebagai Motor Penggerak Produk Lokal

Investasi Sebagai Motor Penggerak Produk Lokal
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia

Listrik Indonesia | Tidak heran ketika Presiden Joko Widodo meminta Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menaikkan target investasi pada 2021 menjadi Rp900 triliun dari target awal Rp858,5 triliun mencakup penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA).

 

Demikian juga dengan target 2022, Presiden minta dinaikkan menjadi Rp1.200 triliun dari target semula Rp985 triliun. Adapun, realisasi investasi pada 2020 masih di kisaran Rp800 triliun. Investai memainkan peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) suatu negara.

 

Kita semua berharap pertumbuhan ekonomi (PDB) terus stabil bahkan meningkat setiap tahunnya karena menjadi gambaran bahwa kondisi perekonomian terus bergairah. Sebaliknya, ketika PDB turun (minus), kondisi perekonomian bisa dikatakan mengalami resesi. Hal ini terjadi pada 2020 ketika PDB tumbuh minus, yaitu -2,07%. Hal ini disebabkan tekanan pandemi Covid 19.

 

Investasi tidak menjadi satu-satunya yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Masih ada komponen konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan ekspor. Namun, di tengah kondisi lesunya ekonomi saat ini, cukup sulit untuk mendongkrak belanja rumah tangga. Ekspor pun tidak mudah karena perekonomian global masih terkontraksi.

 

Belanja pemerintah juga sulit diharapkan karena kondisi penerimaan pajak yang turut tertekan karena dunia usaha sedang lesu. Sebagai contoh, berdasarkan data Badan Pusat Statstik (BPS), lapangan usaha transportasi dan pergudangan pada 2020 turun 15,04%. Sementara itu, dari sisi pengeluaran hampir semua komponen terkontraksi, seperti ekspor yang turun 7,7%, investasi juga turun 1,63%. Hal itu juga bisa terlihat dari sisi lapangan usaha, yaitu 10 dari 17 sektor ekonomi tumbuh negatif.

 

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pihaknya mendapat tugas untuk mencapai target realisasi investasi sebesar Rp1.200 triliun dari Presiden Joko Widodo.

 

Bahlil menuturkan, target mencapai Rp900 triliun. Padahal, berdasarkan rencana strategis Kementerian Investasi/BKPM 2020-2024 tahun ini target realisasi investasi sebesar Rp858,5 triliun. Adapun, realisasi investasi kuartal I/2021 sudah mencapai Rp219,7 triliun.

 

Menurutnya, Kementerian Investasi/BKPM akan melakukan pengembangan sektor-sektor investasi berdasarkan kawasan.

 

Investasi Hilir

 

Investasi juga mampu menyerap tenaga kerja lokal. Di sisi lain, melalui investasi, permintaan produk lokal atau tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) akan meningkat. Ketika investasi manufaktur, produk yang dihasilkannya akan menggantikan barang dan jasa yang selama masih diimpor sehingga meningkatkan neraca perdagangan.

 

Ketika neraca perdagangan naik, investasi naik, maka ekonomi akan bertumbuh.  “BKPM ingin memastikan komitmen komponen TKDN jangan hanya di atas kertas, tetapi juga dilaksanakan,” ujar Bahlil.

 

Bahlil juga mendorong investasi untuk memperhatikan TKDN sehingga produk lokal kian optimal. Dia mencontohkan wilayah Sulawesi dan Maluku akan dorong industri nikel untuk baterai serta perikanan. Kalimantan akan difokuskan untuk pengembangan hilirisasi bauksit, dan gasifikasi batu bara.

 

Sementara itu, Sumatera difokuskan untuk pengembangan hilirisasi sawit, kertas dan pulp, serta industri karet dan ban. Untuk mengoptimalkan investasi, TKDN, dan hilirisasi, Bahlil telah menyiapkan seperangkat regulasi untuk mengatur tata kelola investasi di Indonesia. Bahkan, Bahlil menambah dua deputi dalam struktur organisasi, yaitu Deputi Investasi Bidang Hilirisasi Strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan Deputi Tentang Teknologi

Informasi Penanaman Modal.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button