NEWS
Trending

Jabar Caang Harmonisasi PLN dan Pemda

Jabar Caang Harmonisasi PLN dan Pemda
Listrik Indonesia | Pemasangan sambungan tenaga listrik melalui PLN merupakan pola yang cukup signifikan untuk mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi. Karena itu, PT PLN (Persero) distribusi Jawa Barat beserta Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program Jabar Caang telah mencanangkan rasio elektrikfikasi 100% di 2018.

Rasio Elektrifikasi (RE) di Jawa Barat (Jabar) diklaim telah mencapai 99,87%, hasil ini tak lepas dari harmonisasi kerjasama yang baik antara PLN dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Program Jabar Caang 2018 dengan arti Jawa Barat terang adalah Nawacita, kelak Jabar akan menjadi Provinsi di mana seluruh masyarakatnya dapat menikmati aliran listrik atau menjadi daerah terterang di Indonesia.

Tentu capaian elektrifikasi ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat, rasio elektrifikasi Jabar lebih besar dari capaian nasional sebesar 95,35% dari target 92,75%.  Padahal, di tahun 2016 tingkat elektrifikasi beberapa daerah di Jawa Barat masih di bawah rata-rata nasional sebesar 87 persen. Lalu, apa yang membuat Jawa Barat cepat dalam meningkatkan elektrifikasinya?

Menurut General Manajer PLN Distribusi Jawa Barat, Iwan Purwana, untuk menggenjot elektrifikasi PLN mengeluarkan program listrik masuk desa dari program ini daerah-daerah lain sudah merasakan dampak positifnya, dimana listrik tidak hanya berpusat pada daerah perkotaan saja, tapi sekarang ini listrik juga dapat dirasakan oleh masyarakat yang berada di desa terpencil. Melalui program tersebut dalam sepuluh tahun itu menyasar 234.109 rumah tangga.

“Hasil kerja keras PLN dan adanya kerjasama yang harmonis dengan Pemprov, Jawa Barat akan menuju daerah terang dengan pencapaian rasio elektrifikasi 100 persen,” ujar Iwan.

Adanya program 35.000 MW PLN memang cukup memikul beban berat untuk membangun kelistrikan., Jabar yang memiliki pelanggan terbanyak dengan 12,2 juta pelanggan kebagian tugas untuk membangun lebih dari 8.000 MW. Penyediaan listrik di Jabar disokong melalui sejumlah pembangkit listrik yang tersebar antara lain PLTU Jawa Tiga Cirebon 2 x 600 MW, PLTU Indramayu tahap 1 dan 2 masing-masing 1.000 MW. Lalu, PLTGU Jawa Satu Muara Tawar 1.600 MW, Serta, ekspansi Muara Tawar 650 MW, PLTGU Bekasi 400-500 MW dan Jatigede 120 MW. Juga ada kontribusi pasokan dari energi terbarukan yakni PLTA Upper Cisokan 1.040 MW.

“Ada tiga yang sedang tahap konstruksi yaitu Cisokan, Cirebon dan Jatigede yang lain sedang persiapan, kemungkinan dapat beroperasi tahun 2019 atau 2020,” jelasnya.

“Jadi kami berharap di 2018 rasio elektrifikasi di Jawa Barat sudah 100% dan 2019 Jabar Caang bisa di-declare,” ucap Iwan. (GC)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button