Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Kalangan Profesi Nuklir Menilai Perlu Kombinasi Nuklir & EBT

Kalangan Profesi Nuklir Menilai Perlu Kombinasi Nuklir & EBT

Listrik Indonesia | Perkumpulan Profesi Nuklir Indonesia (Apronuki) menilai kombinasi antara energi nuklir dan jenis energi terbarukan lainnya sangat dibutuhkan Indonesia untuk mendukung kebutuhan energi bersih yang andal, fleksibel, dan mampu meningkatkan nilai tambah energi fosil.

Hal itu disampiakan Apronuki melalui tanggapan dan usulan terkait energi nuklir sebagai energi baru dalam Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT). Tanggapan dan usulan tersebut telah disampaikan kepada Komisi VII DPR.

Ketua Apronuki Besar Winarto mengatakan pihaknya aktif mendorong masuknya peran energi nuklir dalam RUU EBT melalui permintaan Pusat Perancangan Undang-Undang, Sekretariat, dan Badan Keahlian DPR.

“Sekaligus sebagai upaya memenuhi komitmen pemerintah dalam UNFCCC COP 21 tahun 2015 untuk menurunkan emisi gas rumah kaca minimal 29 persen pada 2030,” kata Winarnto dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9).

Salah Satu perusahaan yang menjadi anggota Aprinuki adalah PT Trinitan Metals and Minerals Tbk.

Winarto menambahkan, RUU EBT merupakan jembatan bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk teknologi tinggi melalui peningkatan nilai tambah sumber daya alam. Ini juga ada kaitannya dengan jaminan pasokan energi bersih kepada rantai pasok industri dalam rangka mencapai ketahanan nasional Indonesia Emas pada 2045-2050.

“Hal tersebut yang menjadi latar belakang bagi Apronuki dan TMM untuk memberikan usulan materi energi baru nuklir dalam RUU EBT kepada Komisi VII DPR RI,” ucapnya.

Direktur Utama PT Trinitan Metals and Minerals Tbk Petrus Tjandra mendukung upaya Apronuki untuk memperjuangkan energi nuklir masuk dalam bauran EBT. Menurut Petrus, langkah tersebut dapat memperkuat sinergi berbagai sumber EBT sesuai dengan amanat UU Noor 30 tahun 2007 tentang Energi dan RPJMN IV 2020-2024.

Menurut dia, Trinitan Metals and Minerals membutuhkan pembangkit energi bersih hybrid nuklir untuk pengembangan teknologi pemurnian nikel dan logam tanah jarang. "Dalam hal ini teknologi reaktor nuklir generasi IV yang sudah matang atau terbukti, sesuai Peraturan Pemerintah tentang Reaktor Nuklir,” katanya.

TMM merupakan perusahaan yang bergerak bidang pengembangan teknologi pemurnian mineral, pengelolaan limbah pertambangan dan eksplorasi tambang. Salah satu pengembangan yang sedang dilakukan oleh TMM adalah memanfaatkan teknologi hidrometalurgi step temparature acid leach (STAL) di Indonesia untuk melakukan proses pemurnian berlapis, sehingga menghasilkan limbah padat yang sangat minim.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button