NEWS
Trending

Karya Anak Bangsa Lebih Baik Daripada Impor

Karya Anak Bangsa Lebih Baik Daripada Impor
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) berfoto dengan latar belakang kapal MV Iriana, di Tanjung Uncang, Batam. (Foto: ANTARA News)
Listrik Indonesia | Kemampuan karya anak bangsa patut diberi apresiasi, pasalnya putera-puteri bangsa Indonesia berhasil menciptakan teknologi canggih, yakni kapal angkut semen curah (cement carrier) berkapasitas 9.300 deadweight tonnage (DWT)/ton bobot mati yang menerapkan sistem electric propulsion.

PT Sumber Marine Shipyard berhasil membangun kapal tersebut dengan memperkerjakan tenaga lokal, serta produk yang digunakan menggunakan materi dalam negeri. Kapal tersebut menjadi yang pertama di Indonesia karena digerakkan bukan dengan bahan bakar minyak, namun dengan tenaga listrik yang dihasilkan oleh electric motor, sehingga hemat energi serta ramah lingkungan. 

Kapal tersebut diberi nama MV Iriana, yang diresmikan langsung oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Tanjung Ucang, Batam, pada 25 Maret 2017 lalu. 

Dalam kesempatan tersebut, hadiri Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya; Staf Khusus Menko Maritim Purbaya Yudhi Sadewa; Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro; Ketua Umum INSA Johnson W Sutjipto; dan Staf Ahli Gubernur Kepulauan Riau Syamsuardi.

Menperin Airlangga mengatakan, Indonesia menjadi negara nomor tiga di Asia dalam membangun jenis kapal tersebut setelah Jepang dan Taiwan. Teknologi MV Iriana sama dengan yang digunakan oleh Jepang sebagai negara pertama yang menerapkan teknologi tersebut, namun buatan Indonesia lebih canggih karena mampu menghemat bahan bakar lebih besar. "Kami memberikan apresiasi karena teknologi pada kapal tersebut menghemat energi hingga 20%, sedangkan di Jepang hanya menghemat sekitar 10%," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, (27/03).

Ia menambahakan, MV Iriana memiliki spesifikasi panjang 117 meter, lebar 25,5 meter, tinggi 7,9 meter, kedalaman ke air 6,3 meter, dan kecepatan 10 knot. Proses pengerjaannya dilaksanakan kurang dari setahun, pemakaian bahan bakunya pun dari dalam negeri yakni dipasok oleh PT Krakatau Posco, Cilegon. 

Selain itu, pembuatan satu kapal model itu dapat mempekerjakan banyak tenaga lokal dan mampu menghemat devisa sekitar Rp 260 miliar, sehingga dapat memperkuat rupiah. "Kapal tersebut menyerap tenaga kerja dan bahan baku lokal yang tinggi, serta dibangun dengan tepat waktu," ungkap Menperin.

Lebih jauh ia mengatakan, pembangunan MV Iriana tersebut sejalan dengan langkah pemerintah yang menempatkan sektor maritim sebagai salah satu program prioritas dalam pembangunan nasional, termasuk di dalamnya ialah pengembangan industri galangan kapal. 

"Melalui visi kemaritiman, pemerintah berupaya agar sektor industri galangan kapal nasional mempunyai daya saing di tingkat global. Karya anak bangsa ini adalah wujud nyata kemandirian industri perkapalan nasional," tandas Menperin. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button