NEWS
Trending

Kata Jonan Soal Proyek 35.000 MW

Kata Jonan Soal Proyek 35.000 MW
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (Foto: Rayzatul Akmal)
Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan, pembangunan proyek kelistrikan 35.000 Megawatt (MW) belum akan selesai pada 2019 seperti yang diinginkan Presiden Joko Widodo. 

Menurutnya, dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, proyek 35.000 MW hanya bisa terselesaikan sekitar 20.000 MW. "Tambahan kapasitas 35.000 MW akan terus berlanjut. Kami paham bahwa sebagian pembangkit tidak jadi di 2019-2020. Prediksi kami hingga 2019 pembangkit yang terselesaikan sekitar 20.000 MW," papar Jonan, di Hotel Mulia Senayan, Jakarta (19/07).

Ia menambahkan, meskipun proyek tersebut tidak terselesaikan seluruhnya di 2019, bukan berarti proyek tersebut tidak berjalan. Pembangunan proyek kelistrikan akan terus berlanjut dan akan diselesaikan, estimasinya akan rampung pada 2024-2025.

"Program ini akan berlanjut di tahun-tahun berikutnya, maka pada 2024-2025 ada tambahan kapasitas yang dapat terselesaikan," terangnya. 

Selain itu, kecukupan pasokan listrik didorong supaya tarif listrik terjangkau dan cukup oleh seluruh lapisan masyarakat. 
"Kami selalu berharap bahwa tarif listrik akan menjadi lebh terjangkau bagi masyarakat. Kalau kami lihat tarif penting, maka yang penting kedua di kebijakan selain tambahan kapasitas adalah keterjangkauan harga," tegasnya.

Jangan sampai ada masyarakat di daerah pedalaman yang tidak bisa membeli listrik. "Kalau kita lihat masyarakat dari Sabang ke Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote ini sangat besar dan berbeda dan kapasitas ekonominya juga bervariasi. Untuk orang di sini kapasitas cukup dan harga masih bagus. Tapi untuk orang dengan pendapatan di bawah rata-rata GDP dan hidup di perbatasan, keterjangkauan adalah isu besar," tandasnya. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button