MEGA PROJECT NEWS
Trending

Kebutuhan Baterai Lithium Meningkat, Harga Nikel Semakin Bergairah

Kebutuhan Baterai Lithium Meningkat, Harga Nikel Semakin Bergairah
Ilustrasi
Listrik Indonesia | Pada penghujung tahun 2020, kenaikan harga nikel global tengah dinikmati emiten pertambangan nikel. Salah satu pemicunya ialah permintaan dari kebutuhan baterai lithium yang semakin meningkat.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan bulan November,  harga nikel di bursa London parkir di level US$15.926 per ton, menguat 0,29. Sepanjang enam bulan perdagangan terakhir harga nikel telah menguat 33,09%, sedangkan secara year to date harga naik 12%.

Direktur Keuangan PT Vale Indonesia Tbk (Perusahaan pengelolaan tambang Nikel) Bernardus Irmanto mengatakan bahwa posisi harga nikel global saat ini semakin mengurungkan niat produsen untuk mengerem atau menurunkan produksinya.

"Para pelaku industri harus memperhatikan kesimbangan permintaan dan pasokan ke depan, supaya prospek over supply bisa diminimalkan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Ia menyapaikan, ketika pasar mengalami over supply maka kemungkinan besar harga nikel akan kembali melemah dan berujung dapat membebani kinerja emiten nikel. Padahal, hingga kuartal III/2020 kinerja emiten pertambangan nikel bergairah lantaran kenaikan harga itu.

Sementara itu, Analis Central Capital Futures Wahyu Laksono dikutip Kontan.co.id. Ia menyebut, nikel diselimuti sentimen positif seiring kebutuhan akan baterai lithium yang digunakan pada kendaraan listrik tetap tinggi sekalipun di tengah pandemi.

Hal ini bisa dilihat permintaan perusahaan otomotif asal Amerika Serikat Tesla yang semakin giat memproduksi kendaraan listrik. Begitu juga dengan Cina pengembangan produksi kendaraan listrik di sana akan berkembang pesat dan masif. (Cr)

 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button