Business CORPORATION NEWS Innovation POWER TECH
Trending

Kembangkan 5G, Icon+ Akan Optimalkan 5,8 juta Tiang Listrik

Kembangkan 5G, Icon+ Akan Optimalkan 5,8 juta Tiang Listrik
Direktur Digital Solution dan Pengembangan Bisnis Icon+, Julita Indah (kiri), Icon+ akan mengembangkan jaringan 5G di Indonesia. (foto: net)

Listrik Indonesia | PT Indonesia Comnet Plus (Icon+), salah satu anak usaha PT PLN (Persero) tengah mengembangkan jaringan 5G di Indonesia. Pihaknya akan mengoptimalkan 5,8 juta tiang listrik, 100 ribu tower tegangan tinggi dan 637 ribu Kms jaringan transmisi dan distribusi untuk meningkatkan jaringan 5G di tanah air.

“Kita mememiliki aset yang cukup strategis, yaitu mengoptimalkan 5,8 juta tiang listrik, 100 ribu tower tegangan tinggi dan 637 ribu Kms jaringan transmisi dan distribusi yang bisa kita optimalkan. Sebenarnya, Icon+ yang merupakan representasi dari PLN dalam pengelolaan tower dan tiang listrik, sebenarnya sudah siap untukmelakukan efesiensi untuk negara ini dengan adanya 5,8 juta tiang listrik yang bisa dimanfaatkan untuk 5G,” ujar Direktur Digital Solution dan Pengembangan Bisnis Icon+, Julita Indah, di Jakarta, Jum’at (9/10).

Terlebih, katanya, jaringan 5G ini membutuhkan kerapatan sekitar 500 meter. Dengan pemanfaatan tiang listrik jaringan bertenaga rendah ini, diharapkan bisa lebih mengakselerasi pemerataan internet di tanah air. Di akuinya, Icon+ sendiri baru memiliki 987 POP Distribution dan 294 POP Backbone.

“Pencapaian tren digital Indonesia ini diprediksi oleh lembaga BCG yangmenyatakan bahwa penetrasi internet 45% pada 2020. Tapi faktanya, itu sudah dirambah sebesar 56 persen pada Februari 2019. Lalu e-Commerce yang diprediksi penetrasi 3 persen, tapi nyatanya sudah 8 persen pada 2019 hampir 3 kali lipat kegiatan e-commerce. Tentu saja, dorongan yang cukup tinggi terjadi saat pandemi sekarang ini,” katanya.

Dia mengungkapkan, digitalisasi tersebut memiliki dampak ekonomi cukup besar barik berupa user, big data analiti hingga cloud computing. Dari data yang dimilikinya, hal ini akan berdampak pada peningkatan PDB Indonesia sebesar 150 miliar USD pada 2025. Bahkan, adanya 5G diperkirakan akan mendorong pertumbuhan output global di 2025 sebesar 12,3 triliun USD.

“Dari lima arahan Presiden, salah satu yang krusial adalah percepatan perluasan akses digital dan internet. Dimana terjadi pergeseran yang cukup cepat yang diakibatkan oleh pandemi covid-19 ini. Pandemi in harus jadi momentum untuk menciptakan tranformasi digital. Kita terdorong oleh cobid-19 ini untuk mengeakselerasi lebih cepat lagi dari yang kita perkirakan,” jelasnya.

Saat ini, kata Julita, akses dan kualitas layanan internet di Indonesia masih relatif rencah. Tantangan terbesar itu adalah pemerataan akses. Fixed broadband di Indonesia ini masih kurang dari 5% dari populasi  dan 15 % dari perumahan. Di Asia, Indonesia baru mencapai angka 22,76. Sehingga tantangan ke depan masih besar dalam peningkatan akses internet di tanah air. (pin)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button