AGENDA Renewable Energy ENERGY PRIMER MEGA PROJECT NEWS
Trending

Kembangkan PLTS Indika Energy Gandeng Perusahaan Energi India

Kembangkan PLTS Indika Energy Gandeng Perusahaan Energi India

Listrik Indonesia | PT Indika Energy dengan mendirikan PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS) bentuk komitmen dalam mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Melalui anak usahanya EMITS menggandeng Fourth Partner Energy (4PEL), perusahaan pengembang tenaga surya asal India.

Direktur Utama Indika Energy Arsjad Rasjid dalam keterangan resminya mengungkapkan, Kerja sama ini merupakan wujud komitmen Indika Energy dalam mendiversifikasi portofolio bisnis, mencapai tujuan keberlanjutan, meningkatkan kinerja environmental, social, governance (ESG), serta mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target bauran energi (EBT) sebesar 23 persen pada 2025.

“Pendirian perusahaan baru ini akan berkontribusi terhadap pencapaian komitmen Indika Energy untuk meningkatkan porsi pendapatan dari sektor bukan batubara sebesar 50 persen pada 2025,” ujarnya baru-baru ini.

Ia menyampaikan, EMITS menghadirkan berbagai solusi pengembangan energi terbarukan untuk sektor komersial maupun industri di Indonesia. Sedangkan Fourth Partner Energy merupakan penyedia solusi energi tenaga surya terdepan di India yang berfokus pada sektor komersial dan industrial.

Sementara itu, Co-Founder dan Executive Direktor Fourth Partner Energy Vivek Subramanian mengatakan kerja sama dengan Indika Energy merupakan strategi ekspansi perusahaan ke pasar Asia Tenggara.

Perusahaan ini memiliki portofolio PLTS dengan total kapasitas terpasang sebesar 550 megawatt (MW) di India dan 24 negara bagian. "Indonesia memiliki potensi pengembangan sektor energi terbarukan yang sangat besar, sejalan dengan target agresifnya untuk melakukan dekarbonisasi," kata Vivek.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menyampaikan apresiasi atas inisiatif Indika Energy dalam pemanfaatan energi bersih yang berkontribusi untuk akselerasi pencapaian target bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025.

"Pemerintah berkomitmen untuk terus berupaya memberikan instrumen dan kemudahan berinvestasi melalui regulasi dan kebijakan yang mengedepankan transisi energi bersih," kata Arifin.

Lebih lanjut, Menteri ESDM berharap pendirian EMITS ini dapat meningkatkan investasi di bidang infrastruktur EBT, menyerap tenaga kerja lokal, dan mendukung upaya pemulihan ekonomi yang terpukul akibat pandemi COVID-19. (Cr)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button