NEWS
Trending

Kemdes PDTT Gandeng Swasta, Kembangkan Listrik di Perdesaan

Kemdes PDTT Gandeng Swasta, Kembangkan Listrik di Perdesaan
Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sanjojo. (Foto: Rayzatul Akmal)
Listrik Indonesia | Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) bekerjasama dengan PT General Electric Indonesia (GE) untuk melakukan pengembangan terhadap penyediaan listrik di perdesaan dan pengembangan bersama dalam implementasi program elektrifikasi desa di desa, kawasan perdesaan, daerah tertinggal dan kawasan transmigrasi.

Kerjasama tersebut diwujudkan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) antara Kemendes PDTT dengan GE Electric Indonesia, yang bertujuan meningkatkan sinergi peran Pemerintah dan swasta dalam pengembangan, dan pembangunan program elektrifikasi di Desa, Kawasan Perdesaan, Darrah tertinggal dan Kawasan Transmigrasi, serta Kordinasi dilakukan dalam peningkatan program elektrifikasi desa.

Menteri Desa (Mendes) PDTT, Eko Putro Sanjojo mengatakan, kerjasama yang terjalin yakni dengan melakukan penilaian mengenai lokasi, pengembangan dengan teknologi pembangkit listrik, serta mencari solusi untuk tujuan dari program elektrifikasi desa; kolaborasi dalam pengembangan program dengan dukungan GE Electric di bidang teknologi pembangkit listrik.

"GE akan menyediakan dukungan lewat portofolio teknologi pembangkit listrik, termasuk solusi hibrid, perpaduan bahan bakar gas atau solar dengan tenaga surya (photovoltaic), pembangkit listrik energi terbarukan, serta solusi kelistrikan digital dan microgrid," kata Mendes Eko Putro, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pengkajian terkonologi tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan listrik di 13.000 desa yang tersebar di lokasi transmigrasi, perbatasan, bagian terluar dan tertinggal di Indonesia. Kemendes PDTT sendiri, menjadwalkan aplikasi pertama kerja sama pada 2018 mendatang.

"Dari total 82.190 desa yang masuk dalam kategori elektrifikasi, yakni sebanyak 69.531 desa sudah teraliri listrik," terangnya.

Mendes PDTT berharap forum diskusi ini bisa menjawab tantangan dan peluang yang sejalan dengan Program Elektrifikasi Nasional 35.000 MW. Setidaknya kebutuhan listrik tiap desa yakni sekitar 200 Kilowatt (KW). 

"Kita mewajibkan tidak ada lagi saudara sebangsa kita yang harus menjalani kehidupan mereka tanpa listrik. Jika kita mampu menghasilkan listrik dengan harga murah, makan akan membuat listrik menjadi lebih mudah diakses bagi masyarakat di kawasan perdesaan, daerah tertinggal dan kawasan transmigrasi," paparnya.  (GF)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button