Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Kemenperin Dekati PLN Ramu Insentif Pemasangan Panel Surya bagi Pabrikan

Kemenperin Dekati PLN Ramu Insentif Pemasangan Panel Surya bagi Pabrikan

Listrik Indonesia | Kementerian Perindustrian akan berdiskusi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk merancang insentif dalam pengembangan energi baru dan terbarukan terutama surya panel atap (Solar PV Rooftop) untuk mendorong industri atau pabrikan tertarik memasang panel surya di atap bangunannya.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim mengatakan insentif diperlukan agar pembangunan fasilitas pemebangkit EBT, khususnya panel surya, dapat lebih massif untuk mencapai target bauran energi bersih 23% pada 2025 serta pengurangan emisi CO2.

"Ada masalah yang perlu diselesaikan dengan PLN. Ini supaya didorong [agar] ada insentif sehingga industri makanan dan minuman [lainnya] tertarik [membangun fasilitas panel surya]. Kalau tidak ada insentif, tidak bisa menarik ini," katanya seusai peluncuran Panel Surya Terbesar Milik PT Coca-Cola AMatil Indonesia di Cikarang Barat, Rabu (30/9).

Rochim menilai insentif terkait pembangunan pembangkit EBT diperlukan lantaran nilai investasi awalnya yang besar. Adapun, Coca-cola Amatil mengucurkan Rp87 miliar untuk membangun panel surya seluas 72 hektare dengan kapasitas produksi energi 7,13 Megawatt peak.

Adapun, investasi tersebut akan menghasilkan energi sebanyak 9,6 juta Kilowatt per tahun. Selain itu, investasi panel surya terbesar di Asia Tenggara tersebut akan mengurangi emisi karbon sebanyak 8,9 juta Kilogram per tahun atau setara dengan pengurangan7.000 kendaraan roda empat per tahun.

Presiden Direktur Coca-cola Amatil Indonesia Kadir Gunduz mengataan penggunaan atap panel surya dalam fasilitas pabriknya selain bertujuan untuk mengurangi jejak karbon dari proses produksi. Adapun, lanjutnya, panel surya yang dipasang di atap pabrikan tersebut akan mampu menggantikan sekitar 13% dari kebutuhan listrik yang disuplai oleh PLN.

"Kami akan memperluas penggunaan atap panel surya di seluruh Pabrik kami di Indonesia, terdekat adalah Medan, Semarang dan juga surabaya," katanya.

Pemasangan panel surya di atap pabrikan Coca-Cola Amatil Indonesia di tiga wilayah tersebut diramalkan akan menghasilkan daya sekitar 6 Megawatt peak. Namun demikian, Gunduz masih enggan menyampaikan nilai investasi yang akan dikucurkan pihaknya.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button