NEWS
Trending

Kementerian ESDM Pacu Penggunaan Komponen Dalam Negeri

Kementerian ESDM Pacu Penggunaan Komponen Dalam Negeri
Listrik Indonesia | Pelaksana tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Binsar Pandjaitan, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (1/9) lalu, menyampaikan bahwa pamerintah akan mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sektor ESDM baik kelistrikan, minyak dan gas, serta mineral dan batu bara.
 
“Untuk sektor ketenagalistrikan, Luhut meminta pembangunan pembangkit di bawah 50 MW harus mengandalkan konten dalam negeri. Peningkatan TKDN diharapakan akan menggairahkan industri dalam negeri yang pada akhirnya akan meningkatan kesejahteraan bangsa Indonesia,” kata Luhut, seperti yang tertulis di website Kementerian ESDM, Selasa (6/9).
 
Menurutnya, PT PLN (Persero) telah menyiapkan strategi untuk mempermudah konten lokal pada pembangkit-pembangkit listrik, dan PLN siap memberikan insentif bagi perusahaan-perusahaan dalam negeri yang mengembangkan pembangkit listrik seperti kemudahan mengikuti tender selanjutnya.
 
“PLN telah membuka tender empat proyek IPP (Independent Power Producer) yang termasuk dalam Program 35.000 MW. Keempat proyek tersebut adalah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Bangka-1 (2 x 100 MW), PLTU Kalselteng-3 (2 x 100 MW), PLTU Kaltim-3 (1 x 200 MW), PLTU Kaltim-6 (1 x 200 MW),” ungkap Luhut.
 
Untuk mendorong TKDN, pemenang tender kelistrikan di Provinsi Sumatera dan Kalimantan, akan menggunakan produk boiler, Balance of Plant, Transformer, kabel, kubikel dan baja yang disusun, diproduksi, dan dirakit oleh produsen dalam negeri.
 
Berdasarkan catatan akhir tahun 2015, di sektor minyak dan gas bumi (migas) memberikan nilai baik bagi peningkatan TKDN. TKDN sektor minyak dan gas bumi meningkat hingga 7% dari sebelumnya 64% menjadi 61%.
 
Sejak tahun 2010, penggunaan TKDN di sektor migas juga melibatkan partisipasi badan usaha milik Negara (BUMN) penyedia barang dan jasa. “Periode 2010-2014 nilai Pengadaan yang melibatkan BUMN mencapai lebih dari US$ 4,51 miliar, diharapkan partisipasi BUMN-BUMN tersebut dapat ditingkatkan pada masa mendatang sehingga penggunaan TKDN pun semakin tinggi,” imbuhnya.
 
Sementara, TKDN sektor lainnya, seperti Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) tercatat hingga akhir tahun 2015 sebesar 35%, meningkat sedikit dari tahun sebelumnya 34,40%. “Sektor ketenagalistrikan untuk pembangkit mencapai 47% sedangkan untuk gardu induk 64% meningkat tajam dari tahun sebekumnya yang hanya mencapai 29.70%,” paparnya.
 
“Peningkatan TKDN sektor ESDM tahun 2014-2015 mengalami peningkatan 10% dan diperkirakan tahun-tahun mendatang akan terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu seiring terus meningkatnya pembangunan infrastruktur sektor ESDM,” pungkasnya. (GF)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button