NEWS
Trending

Ketergantungan Gas Alam Penyebab Krisis Energi Singapura

Ketergantungan Gas Alam Penyebab Krisis Energi Singapura
Ilustrasi
Listrik Indonesia | Beberapa waktu lalu, sejumlah negara mengalami krisis energi, salah satunya Singapura. Salah satu penyebabnya lantaran energi di negeri singa itu bergantung terhadap impor gas.

Sekitar 95 persen listrik Singapura dihasilkan dari gas alam. Gas alam tersebut dipilih karena stabilitasnya dinilai baik dalam harga maupun pasokan. Namun seiring pembukaan dunia pasca lockdown akibat pandemic Covid-19, permintaan global untuk gas alam mengalami peningkatan. Sementara pasokan gas alam menipis. Akibatnya, harga gas alam mengalami pelonjakan dan membuat beberapa pengecer Singapura menutup pintu mereka, seperti iSwitch dan Ohm Energy. Termasuk pembatasan gas alam pipa dari West Natuna dan rendahnya pasokan gas dari Sumatera Selatan.

Kendati demikian, Otoritas Pasar Energi (EMA) Singapura menyebut, akan bekerja sama dengan pengecer listrik untuk menghadapi tantangan ini, yang bisa berimplikasi pada harga listrik yang fluktuatif. EMA juga mengatakan akan berupaya agar tidak ada gangguan pasokan bagi pelanggan.

Kini yang menjadi pertanyaan salah satunya adalah bagaimana krisis listrik ini berdampak pada dunia bisnis di Singapura?

Melansir Straits Times, Singapura disebut mengalami krisis energi global yang berdampak pada perekonomiannya. Lonjakan harga listrik di Singapura berdampak pada biaya produksi yang lebih tinggi untuk keperluan bisnis, hingga biaya hidup di tingkat rumah tangga.

Pemerintah sudah menyerukan warganya menghemat listrik untuk beberapa bulan ke depan tapi konsumsi listrik sangat dibutuhkan di negara tropis seperti Singapura yang membutuhkan penyejuk ruangan, apalagi untuk warga yang masih bekerja dari rumah karena pandemi. Naiknya harga tarif listrik berpotensi menurunkan konsumsi listrik tapi itu juga menjadi pukulan berat bagi perekonomian yang baru saja hendak pulih dari pandemi. (BIMA)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button