NEWS Electric Equipment POWER TECH Millennial PROFILE
Trending

'Khaira Power', Inovasi Pembangkit Energi Bersih di Atap Rumah

'Khaira Power', Inovasi Pembangkit Energi Bersih di Atap Rumah
Founder dan CEO Khaira Power Yulian Widodo [Foto: ristekbrin,go.id - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - "Khaira" dalam bahasa Arab bermakna "kebaikan". Disemangati makna ini, Khaira Power mengusung misi memasyarakatkan pemanfaatan energi bersih.

Founder dan CEO Khaira Power Yulian Widodo, dalam satu artikel di laman ristekbrin.go.id, mengatakan Sang Pencipta telah menyiapkan sumber energi utama buat manusia, yakni matahari, air, angin --antara lain. 

Sumber energi primer tersebut sepatutnya dipergunakan maksimal, tinggalkan penggunaan energi fosil berbasis migas dan batu bara yang merusak lingkungan serta tidak sustainable.

Yulian dan timnya mengawali riset mandiri bidang energi baru terbarukan (EBT), terutama berbasis panel surya dan smart battery, pada 2015. 

Sebelumnya, hampir tiga tahun, dia bersama tim independen di Bandung melakukan riset berbagai alternatif energi terbarukan untuk kawasan metropolitan, meliputi permanent magnet generator, turbin angin skala perkotaan, dan biomassa berbasis wood pellet. Sayangnya tim ini bubar pada 2015. 

Setelah setahun proses riset dan pengembangan, Khaira Power mulai melakukan uji coba lapangan (field test). Penjualan terbatas pada 2016. Membentuk badan hukum perusahaan pada Juni 2018.


Digitalisasi Kelistrikan

Khaira Power merupakan sistem penyimpanan energi pintar (smart battery system) yang unik. Dirancang memadukan teknologi baterai pintar, solusi panel surya modern, dan digitalisasi kelistrikan untuk memudahkan pengguna memiliki pembangkit sendiri, memonitornya, dan lebih mandiri energi. 

Produk berbasis lithium ion yang dilengkapi dengan teknologi IoT dan cloud-based power management, sehingga memudahkan konsumen dalam memanfaatkan energi tenaga surya di atap rumah, pabrik, atau perkantoran.

Khaira Power berperan aktif mengembangkan riset dan inovasi di bidang EBT melalui produk Khaira Power 5000 Watt, smart battery system atau energy storage system (ESS) andal berbasis baterai li-ion tipe Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang dipadu solusi energi matahari (Solar PV Technology) dan teknologi smart battery terdepan.

Khaira Power salah satu startup binaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Tepatnya melalui program pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) 2019. 

“Program PPBT yang diikuti  Khaira Power sangatlah berkesan. Diawali bootcamp dengan materi berbobot, kegiatan product development, sharing kemajuan startup, konsultasi dengan inkubator, pelaporan atau monev, serta kegiatan pameran I3E," papar Yulian lagi. 

Ditambahkan, selama proses pengembangan pasar dan usaha melalui program PPBT diperoleh dampak positif baik --ekonomi, budaya maupun sosial (social impact). Hal paling terasa adalah meningkatnya kesadaran masyarakat beralih ke EBT. 

Khaira Power juga mempekerjakan kaum difabel dan keluarganya. Kebijakan ini wujud kepedulian kepada sesama, yang selama ini cenderung terabaikan oleh industri.

Di tengah masa pandemi covid-19, Khaira Power tetap eksis. Pemasaran difokuskan untuk generating leads secara digital, melalui paket video yang disebarkan kepada potential leads.

Selain itu artikel-artikel edukasi terkait energi bersih disebarkan, dengan target prioritas adalah qualified leads lama yang telah mengenal Khaira Power di ajang pameran sebelumnya.

“Jutaan orang sekarang terkurung di rumah. Mereka melakukan teleworking, e-commerce untuk berbelanja, dan streaming platform video untuk mencari hiburan. Itu semua membutuhkan pasokan listrik yang andal," tutur Yulian.

Melalui produk Khaira Power, aku Yulian, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan energinya melalui pembangkit di atap bangunan mereka. Bersih, aman, dan murah. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button