Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Kickoff Meeting Dewan Pembina: METI Harus Punya Grand Concept

Listrik Indonesia | Usai ditetapkannya kepengurusan yang baru Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), segenggam asa tercurah dari para tokoh-tokoh METI agar ke depan organisasi yang berdiri sejak tahun 1999 ini lebih bisa memajukan industri energi terbarukan Tanah Air.

Pada Kamis 28 Juli 2022, Dewan Pembina METI melakukan Rapat KickOff yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel sekaligus menjadi Ketua Dewan Pembina METI terpilih.

Dalam acara tesebut Rachmat mengatakan,  saat ini, Indonesia sebagai Host G20 dimana salah satu pilar utama G20 adalah “Transisi Energi” yang mendorong METI untuk memanfaatkan momentum /waktu yang ada sebaik mungkin demi terjadinya percepatan Energi Terbarukan di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Riki F Ibrahim Ketua Tim FGD Dewan Pembina menyampaikan kepada Majalah Listrik Indonesia bahwa Ketua Dewan Pembina METI menginginkan METI berfungsi sebagai perekat berbagai unsur yang dapat melihat kepentingan yang lebih besar, yaitu Membangun Kesejahteraan Masyarakat & Membuka Lapangan Kerja dengan Membangun dari Pinggir (dari Desa).  Hal ini dapat mempertegas terhindarnya Middle Income Trap.  Untuk itu perlu melibatkan Kementerian Lintas Sektoral seperti ESDM, Keuangan, BUMN, KLHK, Perindustrian, Pertanian dan lain sebagainya.

Kecuali itu, organisasi METI harus memiliki “Grand Concept” Pengembangan & Pemanfaatan ET Indonesia yang didalamnya termasuk mengidentifikasi kesempatan/peluang dan tantangan/halangan yang dihadapi serta memformulasikan solusi agar ET dapat berkembang secara exponential dalam waktu dekat (percepatan). Kita harus membuka sumbatan-sumbatan Regulasi (Unlocking) yang menghambat pemanfaatan ET,"ujar Ketua Dewan Pembina METI.

Pengurus Harian METI 2022-2025 yang dibantu oleh Dewan Pakar harus mampu menyusun Program Kerja dan Budget untuk jangka pendek, jangka menengah dan Jangka Panjang, yang setiap tahunnya disetujui oleh Dewan Pembina. METI harus dapat menjaga kompetensi dan akuntabilitas organisasi, agar mendapat kepercayaan dari masyarakat luas. Untuk itu: 
Perlu dilakukan Audit Sistim Pengelolaan Keuangan Pengurus METI sebelum ini, agar jelas permasalahannya. 
Selanjutnya METI harus mampu sebagai organisasi yang “accountable”, untuk itu Audit Keuangan perlu dilakukan setiap tahun.

"Sedangkan mengenai RUU EBET, sangat diharapkan RUU EBET dapat disahkan sebelum selesai G20, "harap Rachmat.  

Komisi VII DPR sedang menampung berbagai masukan misalnya RUU EBT menjadi RUU EBET.  Ketua Komisi VII DPR hingga para pimpinan dan anggota DPR, sepakat target pengesahan RUU EBET, dilakukan sebelum acara puncak G20 pada bulan November, tahun 2022.

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button